Jakarta- Dorong potensi siswa Sekolah Rakyat, Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) telah menyusun kurikulum khusus yaitu kurikulum kreatif melalui pengembangan ekonomi kratif, Jumat (29/08/2025).
Hal tersebut disampaikan oleh Menteris Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat bertemu dengan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, Kamis (28/08) kemarin.
“Kemenekraf saat ini telah menyusun kurikulum khusus untuk diajarkan ke siswa Sekolah Rakyat, agar nantinya mereka secara terukur mampu meningkatakan kapasitas dan bisa mengembangkan diri, khususnya di bidang kreativitas,” kata Mensos Gus Ipul.
Menurut Ipul, kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada anak-anak, namun juga menjadikan keluarga mereka lebih mandiri lagi.
Sementara Menekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan, program Presiden Prabowo dalam membina anak-anak melalui Sekolah Rakyat memiliki potensi yang luar biasa.
“Hal ini menjadi peluang untuk membangun keterampilan mereka sejeka dini. Kita tahu ekonomi kreatif yang saat ini sedang berkembang diberbagai daerah baik melalui musik, ataupun yang berkaitan dengan digitalisasi, fesyen, kuliner, dan sebagainya,” terang Menekraf.
“Selain itu, kami juga melihat sekolah rakyat ini dapat melahirkan potensi-potensi yang luar biasa pada anak-anak kita dengan memeberikan pembekalan dan keterampilan,” tambahnya.
Sebelumnya, sebelum masuk di Sekolah Rakyat, setiap siswa dan siswi telah menjalani pemetaan bakat. Sekolah Rakyat juga akan dijadikan creative-hub dan pusat kegiatan ekonomi kreatif lokal dengan menjadikan fasilitas asrama dan sekolah sebagai pusat pelatihan, pameran, dan kolaborasi komunitas kreatif daerah.
Saat ini, sebanyak 100 Sekolah Rakyat tahap pertama telah beroperasi disejumlah daerah, dan pada September 2025 nanti sekitar 60 titik Sekolah Rakyat akan beroperasi. (*)