LUWU- Terkait dua lokasi tambang galian C ilegal milik SMR dan SFW bersaudara, seorang pria mengaku sebagai pengawas di lokasi tersebut mengklaim adanya koordinasi dengan oknum anggota Polda Sulsel, Kamis (15/01/2026).
“Anggota Polda Sulsel sudah pernah datang kesini (lokasi tambang) bersama anggota Polsek, dan kami sudah berkoordinasi,” ucap pengawas tambang.
SRM, saat dikonfirmasi terkait koordinasinya dengan anggota Polda Sulsel mengatakan bahwa, hal itu merupakan pemenuhan panggilan dari Polda untuk memberikan klarifikasi terkait aktivitas tambang galian C yang ia miliki.
“”Sudah ada panggilan dari Polda, saya juga sudah memenuhi panggilan itu untuk memberikan klarifikasi itupun terkait lahan yang baru-baru ini saya beli dengan ukuran 15×20 M,” ucapnya.
“Terkait izin dari Polda itu tidak benar, Polda hanya memeriksa, menyidik dan menindaklanjuti bila terbukti tambang kami ilegal,” kata SRM melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (29/12/2025).
SRM juga mengatakan bahwa, lokasi itu milik saudaranya (SFW) yang berdomilisi di Makassar. SRM juga mengatakan, jika di lokasi Bonepute dikeruk untuk membuat workshop.
“Pengerukan itu untuk pembuatan workshop milik saudara saya SFW, rencananya semua alat berat milik saudara saya dikumpulkan disitu, jadi harus dikeruk untuk kemudian diratakan,” ucapnya.
Berbeda dengan SRM, sejumlah warga di Kelurahan Bonepute mengatakan jika pembuatan workshop yang dikatakan oleh SRM adalah pembohongan publik.
“Pembuatan workshop itu bohong, pengerukan yang dilakukan di lokasi itu adalah pengambilan material galian C yang tidak berizin. Tambang di lokasi ini (Bonepute) sudah beroperasi sejak lama, dan semua orang tahu jika mobil yang masuk ke lokasi itu untuk mengambil material lalu dijual ke warga dan untuk keperluan proyek,” ucap warga yang meminta aagar identitasnya tidak dipublikasikan.
Jual beli material tambang galian C yang diduga ilegel itu juga diakui oleh seorang supir truk pengangkut muatan material dari tambang milik SRM dan SFW.
“Ini untuk diperjualbelikan, saya hanya supir truk pengangkut material,” singkatnya.
Pantauan dari lokasi tambang yang diduga ilegal milik SFW, terlihat alat berat ekskavator Colbelco SK200 berwarna hijau yang tengah beroperasi mengambil matrial sirtu hasil galian dari tambang itu. Material-material itu kemudian dipindahkan ke mobil truk. (Ach/*)













