DaerahHeadline

Pekerja SPPG MBG Pattedong Selatan Akui Belum ada Pembuangan Limbah, Kepala SPPG “Harus Ijin Korwil untuk Dokumentasi Publik”

×

Pekerja SPPG MBG Pattedong Selatan Akui Belum ada Pembuangan Limbah, Kepala SPPG “Harus Ijin Korwil untuk Dokumentasi Publik”

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 02 06 at 03.16.37
SPPG MBG Pattedong Selatan yang berlokasi di Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu yang diduga dipaksakan beroperasi. (Ft/dok).

LUWU- Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Pattedong Selatan, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu mulai beroperasi meski belum memenuhi syarat dasar dan belum dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta pengelolaan sampah mandiri, Jumat (02/06/2026).

Salah seorang sumber saat ditemui di lokasi SPPG MBG yang dikelola oleh yayasan Mitra Titik Senja menyampaikan bahwa, kondisi dapur yang dimasuk berpotensi mencemari lingkungan disekitar pemukiman warga.

“Aktifitas dapur ini menghasilkan limbah cair dan sisa makanan dalam jumlah banyak setiap harinya. Kami menduga ada kongkalikong dan pemufakatan terselubung antara pihak ketiga, Satgas MBG hingga Korwil Kabupaten Luwu, sehingga dapaur tersebut lolos persyarakat untuk beroperasi,” ucap sumber yang meminta namanya untuk tidak dipublikasikan.

Di lokasi SPPG MBG Pattedong Selatan, Imam selaku Kepala SPPG mengungkapkan bahwa dapur tersebut mulai beroperasi sejak 2 Februari 2026 awal pekan ini.

Bahkan Imam tidak memberikan ijin kepada awak media untuk dokumentasi pengelolaan IPAL limbah dan kelayakan dapur tersebut. “Kalau untuk mengambil gambar sebagai dokumentasi publik harus dapat ijin dari Koordinator Wilayah (Korwil),” katanya.

Pernyataan Kepala SPPG dapur tersebut juga diamini oleh Ida, selaku penanggung jawab bagian umum dapur MBG Ponsel. “Saya penanggung jawab disini, kebetulan rumah ini milik saya dan dikontrak untuk dapur MBG,” ucapnya seraya memperkenalkan diri sebagai adik dari mantan anggota DPRD.

Selain itu, penanggung jawab dapur MBG tersebut juga mengaku memiliki banyak kenalan yang berprofesi sebagai wartawan dari media Nasional dengan tujuan investigasi terhadap dapur MBG itu dihentikan.

“Kakak saya (mantan anggota Dewan) punya banyak teman wartawan, dari TVR, SCTV, dan  Metro TV,” ucapnya dengan nada kesal.

Di lokasi itu, awak media juga bertemu dengan pekerja dapur MBG yang bermitra dengan yayasan Syahwan Maarif. Mereka (para pekerja) mengaku bahwa fasilitas pembuangan limbah memang belum ada.

“Untuk tempat limbah memang belum ada, sampah sisa makanan yang dibaikan kami kumpul di embar sebelum diangkut,” ungkapnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Thalia Mambrukatulhaya mengatakan bahwa, SPPG MBG yang dimasuk memiliki pengelolaan limbah yang sudah memunuhi standar Laik Higiene.

“Limbahnya di buang di TPA, dan untuk sisa lemak di ompreng itu dikumpul menggunakan alat penangkap lemak yang ada di wastafel dan bak kontrol untuk air limbah berada di belakang SPPG,” katanya.

Ia juga membantah jika Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Pattedong Ponrang Selatan yang melayani sebanyak 966 penerima manfaat itu tidak dipaksakan untuk beroperasi.

“Itu tidak dipaksakan (beroperasi) sebelumnya sudah dilakukan persiapan operasional selama dua bulan lebih, bahkan Dinas Kesehatan sudah melakukan pemeriksaan,” tandas Korwil SPPG MBG Kabupaten Luwu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *