DaerahHeadlineLuwu Raya

Unjuk Rasa Blokade Jalan di Perbatasan Luwu-Wajo, Demonstran Bawa Keranda Mayat Bertuliskan ‘Gubernur Sulsel’

×

Unjuk Rasa Blokade Jalan di Perbatasan Luwu-Wajo, Demonstran Bawa Keranda Mayat Bertuliskan ‘Gubernur Sulsel’

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 02 08 at 06.33.29
Unjuk rasa kembali berlangsung di perbatasan Kabupaten Luwu-Wajo, selain berorasi menyampaikan tuntutan pemekaran DOB Provinsi Luwu Raya, demonstran juga memblokade jalan dengan keranda mayat yang bertuliskan "Gubernur Sulsel" sebagai simbol matinya demokrasi, Minggu (08/02/2026).

LUWU- Raturan massa gabungan elemen mahasiswa, pemuda, dan masyarakat kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokade gerbang batas Kabupaten Luwu-Kabupaten Wajo, Minggu (08/02/2026).

Unras yang dilakukan di Batulappa, Kecamatan Larompong Selatan itu, massa secara bergantian berorasi menuntut pemekaran daerah menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.

“Aksi ini tidak akan berhenti sampai disini, sampai Tana Luwu mekar menjadi Provinsi,” ujar salah seorang peserta unjuk rasa.

Unjuk rasa kali ini, massa menggunakan keranda mayat yang dibentangkan di badan jalan tepat di pintu masuk Kabupaten Luwu yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wajo. Keranda tersebut bertuliskan “Gubenur Sulsel”.

“Kami mengecam Gubernur Sulsel yang telah mengkhianati aspirasi Wija to Luwu untuk memekarkan daerah kami menjadi Provinsi Luwu Raya!. Kami menyatakan demokrasi mati untuk Bapak Gubernur Sulsel,” kata demonstran lain dalam orasinya.

Akibat aksi blockade itu, jalan Trans Sulawesi kembali macet, ratusan kendaraan khususnya truk dan kendaraan besar lainnya terjebak kemacetan panjang.

Informasi yang dihimpun, aksi serupa akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan, sampai aspirasi Wija to Luwu dikabulkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Unjuk rasa tuntutan DOB Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah ini juga berlangsung di Desa Bakka kawasan Monumen Masamba Affairs, dan kawasan Bandara Andi Djemma Masamba, Kabupaten Luwu Utara

Aksi serupa juga dikabarkan akan berlangsung di perbatasan Kota Palopo-Kabupaten Luwu, tepatnya di poros perbukitan Samppodo.

Hingga berita ini dirilis, aksi unjuk rasa di beberapa titik tersebut masih terus berlangsung. Demonstran di perbatasan Kabupaten Luwu-Kabupaten Wajo menggunakan keranda mayat bertuliskan “Gubernur Sulsel” symbol matinya figuratif yang dimasuk. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *