LUWU- Remaja di Kabupaten Luwu mulai fomo atau mengikuti tren perang-perangan menggunakan tembak mainan peluru jeli.
Pantauan di lapangan, kelompok remaja terlihat tengah mengitari lapangan Andi Djemma Belopa mengendarai sepeda motor sambil berboncengan dan bermain perang-perangan senjata mainan peluru jeli.
Menyikapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Luwu, Iptu Muhammad Ibnu Robbani yang dikonfirmasi mengatakan bahwa, permainan tembak-tembakan peluru jeli memang sudah sangat meresahkan masyarakat.
“Karena kebanyakan aktivitasnya di jalan raya, sehingga tidak hanya membahayakan masyarakat umum, namun juga membahayakan diri mereka sendiri dan keselamatan pengguna jalan,” katanya, Selasa (17/03/2026).
Menurut Kasat Reskrim, ada beberapa yang merasa komplain sebab ketenangan mereka mulai terganggu.
“Permainan ini berpotensi memicu konflik antar kelompok remaja. Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan tembakan jeli atau bermain perang-perangan menggunakan tebak-tembakan jeli dijalan raya maupun di tempat keramaian lain,,” imbaunya
Selain itu, Iptu Ibnu juga mengajak seluruh masyarakat khususnya para orang tua untuk bersama-sama mengingatkan anak-anaknya agar tidak bermain tembakan jeli di tempat umum.
“Mari jaga Kamtibmas demi kenyamanan dan kondusifitas di Kabupaten Luwu ini. Dan untuk menjaga kondusifitas di Luwu, kami akan melakukan patroli serta membubarkan aktivitas tersebut jika petugas menemukan adanya kelompok yang bermain tembakan jeli,” tegasnya.
Fenomena tembak jeli atau senjata mainan berpeluru jeli gel ini, kini tengah marak di kalangan remaja. Permainan perang-perangan di ruang publik ini dianggap membahayakan dan meresahkan masyarakat sebab berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan cidera serius seperti kebutaan jika peluru yang digunakan mengenai mata. (*)












