HeadlineDaerahHukum dan KriminalLuwu RayaSulsel

Tiga Titik di Kabupaten Luwu Utara di Bom, Kompol Laode Rusli “Simulasi Penanganan Teror Bom”

×

Tiga Titik di Kabupaten Luwu Utara di Bom, Kompol Laode Rusli “Simulasi Penanganan Teror Bom”

Sebarkan artikel ini
IMG 20260429 193128 e1777462629388
Kiri-kanan; Komandan Batalyon D Pelopor, Kompol Laode Rusli bersama pelatih Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Podal Sulsel, Rabu (29/04/2026).
48 / 100 Skor SEO

LUWU UTARA- Ledakan bom terjadi di wilayah Masamba, Kabupaten Luwu Utara. Suara ledakan bom terdengar di sekitar Pos Lantas Polres setempat yang merupakan jantung kota dari daerah tersebut, Rabu (29/04/2026).

IMG 20260429 193316 1Personel Sub Den Composite Gegana Batalyon D Pelopor saat melakukan simulasi penangan bom di Pos Lantas Polres Luwu Utara.

Usut punya usut, ledakan itu rupanya berasal dari personel Batalyon D Pelopor yang tengah melaksanakan simulasi penanganan bom.

“Kegiatann hari ini merupakan simulasi bagaimana penanganan bom yang dilakukan oleh personel Batalyon D Pelopor yang telah direkrut oleh Pelatih dari Gegana Satbrimob Polda Sulawesi Selatan,” kata Komandan Batalyon D Pelopor, Kompol Laode Rusli.

IMG 20260429 193150
Pesonel Sub Den Composite Batalyon D Pelopor saat menarik keluar (Regin) temuan bom di Pos Lantas Polres Luwu Utara untuk kemudian dilakukan peledakan di lokasi aman. (Simulasi Penanganan Bom)

Lebih lanjut Laode Rusli menjelaskan bahwa, perekrutan personel Batalyon D Pelopor sebagai langkah awal pembentukan Sub Den Composite Gegana di wilayah Luwu Raya.

“Dimana Sub Den Composite Gegana ini berkedudukan di Batalyon D Pelopor sebagai langkah efisiensi waktu jika sewaktu-waktu ada ancaman atau teror bom yang membutuhkan penanganan cepat,” terang Danyon D Pelopor.

“Pembentukan dari Sub Den Composite Gegana ini juga merupakan arahan dan perintah dari Komandan Satbrimob Polda Sulsel,” tambahnya.

Ia mengungkapkan bahwa, perekrutan personel Batalyon D Pelopor tidak serta merta atau asal menunjuk personel. Ada beberapa prosedur yang harus dilakukan sebelum mengikuti pelatihan penanganan bom.

“Sebelum direkrut sebagai personel Penjinak Bom (Jibom) para persenel terlebih dulu mengikuti serangkaian tes seperti tes psiko. Dari beberapa anggota yang ikut hanya 12 persenol yang dinyatakan lolos di tes psiko ini,” ungkap Kompol Laode Rusli.

“Setelah para personel mengikuti berbagai pelatihan, diharapkan para personel dapat menguasai ilmu yang diberikan oleh pelatih Datasemen Gegena sehingga siap dan dapat melaksanakan tugas dengan baik. Ke-12 personel yang direkrut ini merupakan harapan kami di Kesatuan dalam menangani ancaman teror bom,” tandasnya.

Adapun tiga titik yang menjadi simulasi oleh Tim Sub Den Composite Gegana Batayon D Pelopor yaitu Pos Lantas Polres Luwu Utara, Bandara Andi Djemma Masamba, dan Kantor Pemerintah Daerah setempat.

Simulasi penanganan bom oleh tim Sub Den Composite Gegana Batalyon D Pelopor saat ini masih berlangsung di dua titik yaitu Bandara Andi Djemma Masamba dan Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *