LUWU- Titik pengaspalan ruas jalan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Desa Tombang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu mendapat protes dari warga sekitar.
Aksi protes tersebut diunggah oleh salah seorang warga di media sosial. Dalam unggahannya, warga tersebut meminta pencerahan dan diskusi untuk mengetahui titik terang terkait pelaksanaan proyek/program pemerintah daerah.
“Pengaspalan jalan yang tertera di papan proyek dengan lokasi kegiatan yaitu ruas jalan Batusitanduk-Tombang, masyarakat Tombang beranggapan khususnya kami warga Dusun Kaluku dan sejalurnya, menurut kami lokasi yang dimaksud pada papan proyek itu ialah ruas jalan dari To’Bau jalur depan Kantor Desa Tombang melewati Dusun Kaluku-To’Dengen yang menghubungkan langsung ke Batusitanduk melalui jalur ruas jalan Dusun Pasang Kaliba Desa Walenrang,” tulis warga yang dimaksud dalam unggahannya di sosial media.
“Namun pada kenyataannya, realisasi pelaksanaan proyek pengaspalan malah di lakukan di ruas jalan Dusun Tombang menuju Dusun Batu Buaya Desa Tombang, sehingga masyarakat menganggap bahwa ada pengalihan lokasi proyek yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum tertentu,” protesnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Luwu, Ikhsan Asaad menegaskan bahwa tidak ada pergeseran titik pelaksanaan proyek pengaspalan.
“Konsep pengusulan jalan itu dibuat dan dirancang dengan sistem koridor, sehingga memungkinkan beberapa ruas jalan dapat dikerjakan, jadi tidak ada pergeseran pelaksanaan pengaspalan seperti yang beredar di sosial media,” tegasnya, Kamis (06/08/2026).
Dari awal pengusulan tahun 2025, lanjut Kadis PUTR Luwu, koridor Tombang menjadi salah satu program kegiatan prioritas tahun berjalan sehingga pelaksanaan pengaspalan itu diletakkan di ruas jalan yang dimaksud sebab menjadi penunjang aksebilitas pendidikan yang ada di sana.
“Pelaksanaan proyek pengaspalan dilakukan di ruas jalan Dusun Tombang menuju Dusun Batu Buaya, Desa Tombang, sebab ruas jalan itu merupakan aksebilitas pendidikan yang menjadi sarana penunjang anak-anak untuk menuju sekolah yang ada di sana,” jelas Ikhsan Asaad.
Terakhir ia mengatakan bahwa, pihaknya terus mengupayakan pembangunan infrastruktur bukan hanya melalui APBD, namun juga melalui Inpres Jalan Daerah (IJD), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan sumber lainnya sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan infrastruktur di Kabupaten Luwu. (*)












