HeadlineDaerah

Pemkab Luwu-Penggerak PKK-Ormas Sipil Perkuat Pencegahan dan Hentikan Kekerasan Berbasis Gender

×

Pemkab Luwu-Penggerak PKK-Ormas Sipil Perkuat Pencegahan dan Hentikan Kekerasan Berbasis Gender

Sebarkan artikel ini
Senam Sehat dan Deklarasi Hentikan Kekerasan e1787134792685
Bersama Penggerak PKK dan organisasi masyarakat sipil atau Civil Society Organization (SCO), Pemerintah Kabupaten Luwu berkomitmen perkuat untuk mencegah dan menghentikan kekerasan berbasis gender, Minggu (09/08/2026).
60 / 100 Skor SEO

LUWU- Bersama Penggerak PKK dan organisasi masyarakat sipil atau Civil Society Organization (SCO), Pemerintah Kabupaten Luwu berkomitmen perkuat untuk mencegah dan menghentikan kekerasan berbasis gender, Minggu (09/08/2026).

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Senam Sehat dan Deklarasi Stop Kekerasan Berbasis Gender dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksankan di Tribun Lapangan Andi Djemma Belopa.

Ketua TP PKK Kabupaten Luwu, Kurniah Patahudding menegaskan bahwa, kegiatan tersebut bukan sekadar olahraga dan deklarasi, namun juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan membangun komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan bebas dari kekerasan berbasis gender.

“Senam sehat mengingatkan kita pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, sementara deklarasi menjadi pernyataan bersama bahwa kekerasan berbasis gender tidak boleh dibiarkan, tidak boleh dinormalisasikan dan tidak boleh ditutup-tutupi,” tegasnya.

Menurut Ketua TP PKK LUwu, perempuan dan anak memiliki hak untuk hidup aman dan bebas dari kekerasan, oleh karena itu masyarakat perlu memiliki keberanian untuk mencegah kekerasan dan keberanian untuk bersuara ketika terjadi tindakan kekerasan.

“Saya juga seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini sebagaii pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, namun juga memastikan setiap warga dapat hidup dengan aman dan mendapatkan perlindungan,” ucapnya.

“Mari bersama-sama mewujudkan Kabupaten Luwu sebagai daerah yang ramah perempuan, ramah anak, sehat, aman, dan bebas dari kekerasan,” tambah Kurniah.

Sementara Koordinator Kegiatan Deklarasi Stop Kekerasan Berbasis Gender, Andi Sri Rahayu mengatakan, kekerasan pada dasarnya dapat merampas hak dan martabat manusia, baik perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas maupun masyarakat kelompok lainnya.

“Sehingga hal ini dianggap penting sebab kekerasan pada hakikatnya akan merampas hak manusia itu sendiri, baik perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas maupun seluruh kelompok masyarakat lainnya,” katanya.

Di kesemptan Itu Andi Sri Rahayu juga mengapresiasi keterlibatan berbagai organisasi masyarakat sipil dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, kerja sama seluruh pihak untuk mencegah dan melawan berbagai kekerasan sangat perlu.

“Laki-laki maupun perempuan memiliki peran yang sama dalam upaya mencegah kekerasan, komitmen kita sebagai CSO ialah Bersatu melawan berbagai bentuk kekerasan, untuk itu mari kita mengambil peran dan bergerak bersama-sama,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Sri Rahayu juga menyampaikan bahwa sejumlah desa di Kabupaten Luwu telah memiliki Satgas untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan.

“Beberapa desa yang telah memiliki Satgas yaitu Rantebelu, Paconne, Salubua, Cimpu, dan Belopa. Sementara beberapa desa lainnya dalam proses pembentukan satgas sebagai bagian dari upaya penegakan perlindungan masyarakat di tingkat desa,” ungkapnya.

Adapun sejumlah organisasi masyarakat sipil dan lembaha yang terlibat dan memiliki perhatian terhadap perlindungan perempuan, anak, dan kelompok rentan yakni Uni Eropa, Save the Children, Forum Pengada Layanan, LBH APIK Sulsel, Imaniratu, SCF dan Wallacea.

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Bidang I, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Luwu, Kepala Kantor Kementerian Agama Luwu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas Sosial, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, pimpinan dan perwakilan CSO, organisasi perempuan, Bhayangkari Luwu, Ikatan Adhyaksa Dharmakrini (IAD) Luwu serta peserta senam sehat itu di tutup dengan penampilan anak-anak tunanetra dari SLB Al Imran Rewang Luwu kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize kepada peserta. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *