HeadlineDaerahPemerintahanPertanian

Panen Perdana di Walenrang Timur, Pemkab Luwu Targetkan Peningkatan IP Melalui Progra Oplah

×

Panen Perdana di Walenrang Timur, Pemkab Luwu Targetkan Peningkatan IP Melalui Progra Oplah

Sebarkan artikel ini
e7da8807 1580 4536 a89b 48c0cc5a7b74 e1789638593986
Melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah), Pemerintah Kabupaten Luwu berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian. Upaya itu ditandai dengan panen perdana lahan regular dan Oplah masa panen April-September di Desa Rantai Damai, Kecamatan Walenrang Timur, Kamis (17/09/2027).
58 / 100 Skor SEO

LUWU- Melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah), Pemerintah Kabupaten Luwu berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian. Upaya itu ditandai dengan panen perdana lahan regular dan Oplah masa panen April-September di Desa Rantai Damai, Kecamatan Walenrang Timur, Kamis (17/09/2027).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Moch. Arsal Arsyad dalam laporannya mengatakan bahwa, di tahun 2025, Kabupaten Luwu memperoleh program Oplah dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

“Bantuan ini meliputi optimalisasi lahan rawa seluas 1.708 hektare dan lahan nonrawa seluas 861 hektare. Pelaksanaannya sendiri bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian, produktivitas, dan indeks pertanaman (IP) dari 180 menjadi IP 200, dengan target akhir mencapai IP 300,” katanya.

Arsal menambahkan bahwa, khusus di wilayah Kecamatan Walenrang Timur, program Oplah sudah berhasil meningkatkan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200. Capaian tersebut kata Arsal, didukung kerja keras para petani dan pendamping para penyuluh pertanian.

Di kesempatan yang sama, Bupati Luwu, Patahudding meminta para penyuluh pertanian dan kepala desa melakukan identifikasi wilayah yang mengalami kekeringan. Menurut dia, ketersediaan air menjadi faktor utama dalam upaya mencapai target peningkatan indeks pertanaman hingga IP 300.

“Untuk mencapai target IP 300, permasalahan utama kita adalah udara. Oleh karena itu, saya meminta daerah-daerah yang mengalami kekeringan segera diidentifikasi,” pinta Bupati.

Bupati Luwu juga menyebukan bahwa dengan adanya program PMAS di Padang Sappa, Kecamatan Ponrang seluar 500 hektare yang kemudian telah diarahkan untuk mendukung pencapaian IP 300.

“Selain itu kita juga mengharapkan adanya dukungan bantuan alsintan untuk memenuhi kebutuhan prapanen dan pascapanen,” katanya.

Terakhir, Bupati Luwu juga mengungkapkan target penanaman kembali padi dapat dimulai pada November mendatang, sehingga peningkatan indeks pertanaman IP 250 dapat tercapai.

“Untuk menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian dan mendorong petani tetap mengelolah lahan sawah demi meningkatkan IP 250 sangat penting dilakukan. Tidak ada alasan bagi petani untuk tidak mengolah sawah. Kita harus terus meningkatkan produktivitas pertanian dan memastikan lahan dapat dimanfaatkan secara optimal,” tagas Bupati Luwu.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Ismaya Nita Rianti Parawansa memberikan apresiasi atas kondisi pertanian Kabupaten Luwu yang menurut dia masih tetap hijau dan memiliki lahan pinggiran kota.

“Pencapaian peningkatan dari IP 180 menjadi IP 200 merupakan perkembangan positif bagi sektor pertanian daerah,” katanya.

Ismaya juga menjelaskan bahwa, Polbangtan Gowa merupakan institusi binaan Kementerian Pertanian yang telah melahirkan banyak alumni sebagai penyuluh pertanian, termasuk yang bertugas di Kabupaten Luwu.

“Dukungan sumber daya manusia dan pendampingan pertanian diharapkan dapat terus memperkuat produktivitas aerta ketahanan pangan daerah,” terangnya.

Panen perdana tersebut, dilaksanakan pada lahan yang dikelola Kelompok Tani Taman Harapan dengan menggunakan varietas padi Ciherang. Berdasarkan laporan teknis Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, produktivitas riil pertanaman mencapai 8,9 ton per hektare, dengan hasil binaan sebesar 11,2 ton per hektare. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *