Coba Kelabui Petugas, Dispertanakbun Palopo Gagalkan Penjualan 2 Ekor Sapi Mati Sebelum Disembelih

Petugas RPH saat menemukan sapi diduga mati sebelum disembelih oleh oknum pedagang, di salah satu RPH di Palopo, Rabu (23/11/2022).

PALOPO — Dinas Pertanian, Peterakan dan Perkebunan (Dispertanakbun) Kota Palopo menggagalkan sapi mati yang akan dijual ke masyarakat.

Sapi tersebut mati sebelum disembelih sesuai syariat agama islam. Kejadian seperti ini bukan pertama kali, tapi sudah berulang kali digagalkan Dispertanakbun.

Bacaan Lainnya

Kadispertanakbun, Muh Ibnu Hasyim melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), drh Burhanuddin membenarkan peristiwa itu.

“Ya tadi pagi di salah satu Rumah Pemotongan Hewan (RPH), petugas kami menemukan dua ekor sapi yang mau dijual dalam keadaan mati,” kata Drh Bur Rabu (23/11/2022).

“Oknum pedagang sapi inisial Br asal Bone itu datang membawa 5 ekor sapi dari wilayahnya. 2 ekor mati, katanya disembelih sebelum di bawa ke RPH. Setelah di cek, sudah cukup lama mati karena sudah mengeluarkan bau,” tambah drh Bur.

Pedagang tersebut diduga mencoba mengelabui petugas RPH dengan melakukan penyembelihan terhadap dua ekor sapi itu dalam kondisi mati.

“Terlihat jelas sapi di sembelih dalam keadaan sudah mati. Bisa kita lihat lehernya yang digorok, tidak lebar. Bagian lain tubuhnya juga sengaja di lukai, agar sapi yang mati itu tidak kembung dan mengeluarkan bau,” jelas drh Bur.

drh Bur meminta pedagang tersebut untuk tidak mengulangi perbuatannya jika tidak ingin berurusan dengan hukum. Pihaknya juga meminta membawa pulang sapi tersebut untuk selanjutnya dikuburkan.

“Sudah diatur di undang-undang nomor 41 tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Ada ancaman pidananya,” tegas drh Bur.

drh Bur juga menegaskan, sebanyak 7 RPH di Palopo semua diawasi Dispertanakbun. Semua ternak sudah disembelih sesuai syariat sebelum disalurkan ke masyarakat atau pasar untuk dikonsumsi.

“Pedagang di pasar wajib ambil daging sapi di RPH untuk dijual. Pedagang juga tidak berani jual kalau bukan dari RPH. Dan itu kita jamin jika pemotongan ternak melalui RPH,” tandasnya.

Diketahui, rata-rata kebutuhan daging sapi masyarakat kota Palopo setiap harinya sekitar 15 ekor sapi. (*)











Pos terkait