Dapat Menurunkan Kualitas Udara dan Mengancam Ekosisten, Kapolres Luwu Himbau Masyarakat Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan

Foto: Istimewah

BELOPA- Kapolres Luwu, AKBP Arisandi himbau masyarakat untuk mewaspadai kebakaran hutan dan lahan memasuki musim pancaroba.

“Berdasarkan data dari aplikasi SiPongi + milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dari periode Juni hingga September terdapat total 8 sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Kabupaten Luwu yang terdiri dari 7 hotspot dengan tingkat confidence medium (sedang) dan 1 hotspot dengan tingkat confidence high,”kata AKBP Arisandi, Senin (11/09/2023).

Bacaan Lainnya

Atas pantauan tersebut, lanjut, Kapolres Luwu, saya sudah menginstruksikan pesonil polsek terdekat sesuai lokasi hotspot untuk melakukan ground check atau verifikasi lapangan dan memadamkan titik api serta menghimbau masyarakat pemilik lahan untuk tidak melakukan pembukaan lahan perkebunan dengan cara membakar.

“Sebagai tindakkan wasapada meluasnya dampak dari kebakaran hutan ataupun lahan, kami menghimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar,” ucapnya.

“Selain memberikan dampak terhadap penurunan kualitas udara, kebakaran hutan maupun lahan juga akan mengancam lingkungan hidup serta ekosistem yang ada didalamnya,” tambah AKBP Arisandi.

Disamping itu, lanjut Arisandi, pembakaran hutan dan lahan dengan cara disengaja juga memiliki sanksi yang diatur dalam ketentuan padal 78 ayat 22UU No.41 Tahun 1999.

“Pasal ini memuat tentang kehutanan dengan ancaman pidana penjadar 15 tahun dan denda sebesar Rp. 5 Milyar. Dan pasal 108 UU No.39 Tahun 2014 tentang Perkebunan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda sebesar Rp. 10 Milyar,” ungkap Kapolres Luwu.(rls)

Selain himbauan, Polres Luwu juga memberikan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan;

  • Tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar;
  • Hindari membakar sampah di lahan atau hutan, terutama saat angin kencang; Angin yang bertiup kencang akan berisiko menyebarkan kobaran api dengan cepat dan menyebabkan kebakaran meluas;
  • Tidak membuang puntung rokok sembarangan di area hutan atau lahan, apalagi jika masih menyala yang berisiko memicu terjadinya kebakaran;
  • Tidak membuat api unggun di area yang rawan terjadi kebakaran;
  • Apabila melihat atau mengetahui adanya kebakaran hutan/lahan, agar segera melaporkan ke polsek terdekat atau menghubungi call center 110.






























Pos terkait