PALOPO — Walikota Palopo, HM Judas Amir memimpin rapat bersama jelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah yang direncanakan dilaksanakan pada Minggu (24/5/2020) mendatang.
Rapat berlangsung di lantai II kantor walikota Selasa (19/5/2020) pagi. Hadir dalam pertemuan itu, forkopimda, pimpinan parpol, tokoh ulama, kepala sekolah, rektor hingga presiden BEM yang ada di Palopo.
HM Judas Amir mengatakan, pemerintah pusat dan juga tokoh nasional telah menganjurkan masyarakat Indonesia bahwa sebaiknya salat idul fitri tahun ini dilakukan di rumah masing-masing.
“Juga menghindari hal-hal yang ada kaitannya dengan berkumpulnya banyak orang di tengah pandemi covid-19. Kita semua tahu, bahaya dan tata cara terjangkitnya virus ini. Dari orang ke orang,” sebut walikota dua periode itu.
“Saya tidak bisa melakukan hal yang bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi, termasuk imbauan ini, maklumat dan sebagainya. Kita adalah perpanjangan pemerintah pusat di daerah. Dan dalam melakoni pekerjaan, kita selalu harus tunduk dalam sebuah peraturan, bahwa apa yang kita lakukan, tidak boleh bertentangan dengan yang lebih tinggi,” tambah walikota.
“Tapi saya juga tidak bisa bekerja sendiri. Saya butuh masukan semua yang hadir,” kata walikota lagi.
Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas yang juga hadir mengatakan sebagai warga negara Indonesia wajib mematuhi imbauan pemerintah.
“Imbauan tersebut untuk kebaikan kita semua dalam rangka mencegah penyebaran covid-19,” kata Kapolres.
Kapolres menyebut, di Luwu Raya saat ini termasuk Palopo mulai naik (jumlah positif covid-19).
“Kecenderungan di Lutra dan Lutim meningkat. Alhamdulillah Palopo hanya tiga dan mudah-mudahan tidak ada lagi. Ini berkat kedisiplinan kita semua. Saya mengajak ikut imbauan,” tegas Kapolres.
Beberapa yang hadir sempat menyampaikan beda pendapat. Seperti dr Iqra. Dia meminta agar yang tidak masuk dalam zona merah covid-19 tetap melaksanakan salat idul fitri di Masjid.
“Saya minta semua masjid boleh dibuka, tapi hanya untuk orang di sekitar itu saja,” katanya.
Hal sama disampaikan tokoh agama, dr Abubakar Malinta. Kata dia, salat idul fitri tetap dilakukan di masjid, dengan memperketat pemeriksaan.
Perwakilan Muhammadiyah yang hadir, Taslim menyampaikan pihaknya ikut pemerintah untuk salat idul fitri di rumah.
“Salat dirumah saja dengan dasar sahabat nabi Anas Bin Malik pernah memerintahkan keluarganya salat di rumah karena kondisi tertentu,” jelasnya.
Ketua NU Palopo, Zainuddin Samide juga sepakat. Kata dia, salat di rumah sudah disampaikan.
“Pemerintah sudah bicara, ulama juga. Wajib kita ikuti. Jangan bilang ini masih zona hijau, jangan. Kita harus pertahankan dengan ikuti imbauan. Tetap kita harus berprinsip ikuti ulama dan pemerintah,” tegasnya.
Diakhir pertemuan, walikota meminta agar seluruh masyarakat mengikuti imbauan tersebut.
“Mari kita bersabar. MUI sudah keluarkan imbauan, tidak mungkin dikeluarkan kalau tidak dikaji secara baik-baik,” jelasnya. (asm)