PALOPO – Jelang natal dan tahun baru, Polres Palopo memperketat keamanan di Kota Palopo. Itu dilakukan untuk menghindari warga dari segala gangguan keamanan. Termasuk gangguan dari teroris Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).
Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas mengatakan saat ini kelompok MIT belum ditemukan di Palopo. Namun, pihaknya tetap melakukan peningkatan keamanan agar bibit teroris tersebut tidak berkembang di Palopo.
“Walaupun kelompok MIT belum ada di Palopo, intelijen kami tetap bekerja mendeteksi pelarian dari kelompok MIT agar tidak masuk di Palopo. Keamanan dan kenyamanan warga Palopo adalah prioritas utama kami,” ujar AKBP Alfian Nurnas kepada ritmee.co.id, Sabtu (14/12/2019).
Dia menambahkan, peran masyarakat dalam mengantisipasi aksi teror dan radikalisme sangat dibutuhkan pihak kepolisian. Untuk itu, dia berharap warga segera melaporkan ke pihak yang berwajib jika terdapat hal-hal yang mencurigakan.
“Segera laporkan jika terdapat hal yang mencurigakan. Peran masyarakat sangat sentral menjaga khamtibmas tetap dalam keadaan kondusif,” pungkasnya.
Dilansir dari Kumparan, Lima orang yang masuk dalam daftar pencarian (DPO) dari Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menyerang warga dan personel Operasi Tinombala di Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat siang (13/12/2019) lalu.
Penyerangan tersebut terjadi usai salat jumat di musala Desa Salubanga, tepatnya sekitar 50 meter dari Pos Sekat Alfa 16. Usai penyerangan, lima orang anggota MIT berpencar, masing-masing tiga orang ke arah SD Salubanga dan dua orang lagi ke arah belakang musalah.
Beberapa menit kemudian, terjadi kembali penyerangan dengan menembak ke arah Pos Sekat Alfa 16 dan sempat menyandera warga serta anggota Pos Sekat yang pulang dari salat jumat. Namun, anggota Pos Sekat sempat melarikan diri dan warga yang disandera belum diketahui keadaannya.
Sekira pukul 13.30 WITA, satu regu dari pasukan kejar yang dipimpin oleh Danki Kejar Ipda Richar, telah menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan dikarenakan Pos Sekat Salubanga saat ini terus memanggil untuk meminta bantuan melalui handy talky (HT). Dalam peristiwa penyerangan tersebut, seorang personel Brimobda Polda Sulteng, Baratu Saiful, dilaporkan tewas. (liq)