Kambo Palopo Kembali Masuk Nominasi Desa Wisata 2022

Menteri Pariwisata, Sandiaga Uno mengumumkan 300 besar wilayah yang masuk Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022.

PALOPO — Kelurahan Kambo kecamatan Mungkajang kota Palopo kembali masuk 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 yang digelar Kementerian Pariwisata.

ADWI merupakan pengembangan desa wisata yang menjadi salah satu program unggulan Kemenparekraf. Program ini diharapkan menjadi lokomotif penggerak untuk pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Bacaan Lainnya

Terlebih kesuksesan ADWI 2021 yang mendapat respons positif dari masyarakat untuk terus melanjutkan program tersebut.

Ini kali kedua Kambo ikut di ajang ini. Tahun lalu, wisata daerah pegunungan Palopo itu hanya tembus di 100 besar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Palopo, Munasirah membenarkan bahwa Kambo kembali masuk 300 besar.

“Alhamdulillah, Desa/Kampung Wisata Kambo Kota Palopo masuk 300 besar Desa Wisata dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia Tahun 2022. Semoga masih dapat lanjut sampai penilaian terakhir,” harap mantan Kadis Koperasi Palopo itu.

Beberapa kekurangan tahun lalu kini diperbaiki. Seperti tidak adanya video pendukung hingga toilet umum.

“Tahun lalu yang kurang menurut kami ialah video. Tapi sebelum 31 Maret sudah diupload. Termasuk toilet umum dan SK Walikota tentang pembentukan kampung/desa wisata sudah dilengkapi,” tambah Munasirah.

Selain Kambo Palopo, delapan daerah lainnya di Sulsel juga masuk 300 besar.

Sebelumnya pada Februari 2022 lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan tiga program unggulan untuk 2022. Salah satunya adalah Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), yang dianggap mampu membangkitkan pariwisata Indonesia.

“ADWI 2021 buat saya menjadi perjalanan spiritual, perjalan yang membuka hati dan membuka mata lebar-lebar bahwa ‘seeing is believing’ saya baru memaknai kata-kata tersebut tahun lalu saat saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, merasakan dengan seluruh panca indra betapa indahnya negeri ini,” kata Menparekraf saat Launching Program Unggulan Kemenparekraf di Ciputra Artpreneur.

“Bangkitnya pariwisata Indonesia dimulai dari desa wisata, keyakinan kami berbuah manis tahun lalu, dari hampir 7.275 desa wisata yang ada di Indonesia, sebanyak 25 persen atau 1.831 mendaftar dalam ajang ADWI 2021,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Hal itu, menurut Menparekraf Sandiaga, di luar ekspektasi. Pasalnya Kemenparekraf hanya menargetkan 700 desa wisata yang ikut serta. Nah, pada 2022 ia mempelajari apa yang menjadi kekurangan pada tahun sebelumnya.

“Untuk itu pada tahun ini kami menargetkan 3.000 peserta dari 34 provinsi yang ada di tanah air,” kata Menparekraf Sandiaga.
 
Menparekraf Sandiaga juga mengajak para pemangku kepentingan baik dari pemda hingga komunitas dan masyarakat untuk mendaftarkan melalui program ADWI 2022 melalui laman https://jadesta.kemenparekraf.go.id/ di mana pada tahun ini akan menghadirkan 7 kategori, yakni :

  1. Daya tarik pengunjung yang memiliki keunikan dan keaslian alam dan buatan
  2. Homestay
  3. Suvenir
  4. Digital dan Kreatif
  5. Toilet Umum
  6. CHSE
  7. Kelembagaan Desa

(asm)

Pos terkait