Kawasan Lindung Hutan Simoma Luwu Terabaikan dan Mulai Digarap oleh Warga, Bidang Aset DPKAD Enggan Berikan Komentar

Gerbang masuk kawasan lindung hutan simoma di desa Temboe, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu yang mulai rusak dan digarap warga

LUWU- Hutan Penelitian dan Wisata (HPW) kayu lara atau yang lebih dikenal dengan nama Hutan Simoma di desa Temboe, Larompong Selatan, Kabupaten Luwu mulai terbengkalai dan terkesan diabaikan oleh Pemerintah Darah.

Pasca ditrobos oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, hutan dengan luas kurnag lebih 60 hektar lebih itu rencananya bakal di jadikan pemukiman. Bahkan diperjual belikan secara sepihak oleh oknum.

Bacaan Lainnya

Hutan penelitian ini diakui oleh Pemerintah Kabupaten Luwu sebagai aset daerah, sehingga pada lokasi hutan tersebut, dialokasikan anggaran APBD untuk pembuatan pintu gerbang, jalan rabat dan pagar pelindung agar masyarakat tidak menjamah hutan tersebut.

Namun, belakangan ini, hutan yang masuk kawasan lindung itu terkesan terabaikan, papan nama pada gerbang masuk terjuntai ke bawah atau rusak.

Bebeberapa waktu lalu, Kepala KPH Latimojong, Hasrul mengungkapkan bahwa, hutan yang dimaksud merupakan kawasan lindung.

“Dimana kawasan lindung ini memiliki satwa endemikb dan bernilai sejarah,” katanya beberapa waktu lalu.

Dari informasi yang dihimpun, bagian belakang kawasan lindung itu mulai digarap oleh warga untuk dijadikan perkebunana pribadi tanpa sepengetahuan pemda setempat dan tanpa memiliki alas hak yang legal.

Bahkan dari cerita masyarakat setempat, hutan tersebut dulunya dijadikan sebagai lokasi penelitian oleh mantan Bupati Luwu, Almarhum Kamril Kasim.

Kepala Bidang Aset, DPKAD Luwu, Randi Eka Putra yang hubungi melalui pesan WhasApp terkait status legalitas aset daerah berupa sertifikat kepemilikan Pemerintah Luwu tidak memberikan tanggapan.

Untuk diketahui, pertengahan tahun 2023 lalu, jual beli dan lahan kawasan lindung hutan simoma santer diberitakan dibeberapa media cetak maupun online.

Namun sayangnya, Pemerintah Kabupaten Luwu saat itu tidak melaporkan penyerobotan lahan tersebut ke Aparat Penegak Hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, Bidang Aset DPKAD Luwu masih belum menanggapi pertanyaan awak media terkait legalitas hutan simoma yang berlokasi di Desa Temboe, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu. (fit)































Pos terkait