Kebutuhan Solar Nelayan 54 Liter Perhari, SPBU Bonepute Luwu Berikan 10 Liter, dan Pelansir Tampung Solar Hingga Puluhan Jerigen

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bonepute, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu,.

LUWU- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) Bonepute, Kecamatan Larompong hingga kini masih melayani pengisian BBM subsidi jenis solar bagi para pelansir.

Hal tersebut disampaikan oleh masyarakat dan nelayan disekitar SPBU tersebut.

Bacaan Lainnya

“Masih melayani jerigen, tapi bedanya, kali ini pihak SPBU Bonepute melayani para pelansir malam hari atau dini hari sekira Pukul.02.00 Wita,” kata seorang warga Bonepute, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Senin (15/01/2024).

Warga tersebut menambahkan, jika siang hari pihak SPBU membatasi pengisian solar, baik itu para pelansir yang menggunakan jerigen maupun mobi dengan tanki yang sudah dimodifikasi.

Tumpukkan solar milik Herman Majid yang disimpan di Pantai 6 Bonepute, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu dan ditutup menggunakan terpal berwarna biru untuk kemudian di jual ke Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

“Pembatasan pengisian solar juga dibatasi bagi kendaraan umum lainnya, termaksud para nelayan yang semakin sulit mendapatkan solar meski memiliki surat sekomendasi kebutuhan BBM dari dinas Perikanan Luwu, kami para nelayan hanya mendapatkan sekitar 10 liter solar per hari, jauh dari yang direkomendasikan dan kebutuhan operasional.” bebernya.

Terkait kebutuhan BBM para nelayan, Kepala Bidang Tangkap Dinas Perikanan Luwu, Ahmad Andi Muh. Nur menjelaskan, rata-rata kebutuhan solar perhari para nelayan tergantung dari kapasitas dan lama mesin mereka beroperasi.

“Jika kapasitas mesin para nelayan 30 PK, aplikasi rumus analisa yang dikeluarkan oleh BPH, mereka membutuhkan 5,4 liter perjam, jika beroperasi selama 10 jam artinya para nelayan ini membutuhkan sekitar 54 liter solar perhari untuk beroperasi di laut,” terangnya.

Sementara untuk bagang kecil kata Ahmad, Kalau seperti yang ada di Bonepute rata-rata mesin kapal nelayan berkapasitas 28 PK dengan jarak tempuh menuju lokasi penangkapan ikan bolak-balik sekitar 4 jam, mereka membutuhkan 20 liter perhari.

“Akumulasinya, jika mesin genset 10 PK beroperasi selama 12 jam akan menghabiskan 28.8 liter solar. Mesin pemutar alat jaring dengan kapasitas 8 PK beroperasi hingga 2 jam menghabiskan 3 liter solar. Jadi rata-rata nelayan dengan bagang kecil membutuhkan 51 liter solar perhari,” jelasnya.

Sedangkan untuk kapal pancing ulur ukuran 3-4 GT lebih besar lagi. “Dan yang paling banyak butuh bbm itu bagang Rambo sekitar 5000 liter hingga 7000 liter per bulan, karena mereka menggunakan mesin diesel degan kapasitas 135 PS dan 120 Ps jenis mesin mobil.

Sementara perwakilan PT Pertamina Depot Palopo, Haerul Anwar yang berlokasi di Desa Karang-karnagan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu yang dihubungi mengaku akan melakukan pengecekan ulang ke SPBU Bonepute, Larompog.

“Nanti kita akan cek ulang terkait aktifitas para pelansir di SPBU itu,” singkatnya.

Sebelumnya diberitakan, SPBU Bonepute melayani kebutuhan solar nelayan hanya 10 liter perhari. Hal itu disebabkan tidak adanya pembayaran lebih dari para nelayan untuk operator di SPBU itu.

Pelayanan maksimal pengisian solar oleh petugas SPBU Bonepute diberikan ke para pelansir yang menggunakan jerigen dengan kapasitas 33 liter dan mobil dengn tanki BBM yang sudah dimodifikasi karena memberikan pembayaran lebih setiap kali pengisian solar.

Bahkan, seorang warga bernama Herman Majid menampung jerigen berisi solar didepan rumahnya di Pantai 6 Bonepute, Kecamatan Larompong.

Tak tanggung-tanggung, Herman Majid mampu menampung hingga 70 jerigen berisi solar untuk kemudia di jual ke Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. (fit)































Pos terkait