PAPUA — Sikap Wentius Nimiangge, Wakil Bupati Nduga, Provinsi Papua, patut diteladani. Dia memilih mundur dari jabatannya lantaran miris melihat melihat kekerasaan yang terjadi di daerahnya. Terutama warga sipil.
Bahkan, sopir dan ajudannya turut tewas ditembak sekelompok orang. Wentius mengungkap rentetan kekecewaan terhadap pemerintah pusat dalam merespons konflik di Kabupaten Nduga. Ia kecewa melihat masih banyak warganya yang mengungsi. Ditambah lagi, korban tewas yang terus berjatuhan sejak konflik Nduga pada Desember 2018.
“Kita sudah ketemu Menteri, kita sudah ketemu Kapolri, kita sudah ketemu presiden, kita sudah bicara dengan DPR, tapi suara kita tidak bisa didengar oleh pemerintah pusat maupun dari TNI dan Polri. Jadi, keputusan saya bulat. Mundur sebagai wakil bupati,” katanya dikutip dari cnnindonesia.com, Selasa (24/12/2019).
Wentius mengatakan penambahan pasukan oleh pemerintah pusat tak menyelesaikan masalah. Wentius meminta TNI-Polri menarik seluruh pasukan non-organik (TNI). Ia khawatir dengan kondisi warganya. Usulan tersebut, kata Wentius, berulang kali sudah pernah ia utarakan. Tapi lagi-lagi, tak digubris. Wentius merasa pemerintah pusat tak serius menangani konflik Nduga. Saran darinya sebagai wakil bupati tak didengar.
Wentius menggaris bawahi, kondisi Nduga hingga kini belum jua membaik. Hari-hari jelang Natal dan Tahun Baru yang bagi dia mestinya dirayakan dengan damai dan suasana persaudaraan, justru yang terjadi sebaliknya. “Ini yang saya, sebagai manusia, saya kira saya kehilangan akal, kehilangan keluarga, apabila saya mau perjalanan jauh atau gimana… Ini yang membuat saya, lebih baik saya tinggalkan jabatan saja daripada, siapa yang mendukung saya, siapa yang mengantarkan saya,” ungkapnya.
Sementara itu, Dirjen Pusat Penerangan (Puspen) Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) Bahtiar mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti kabar pengunduran diri Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge.
Kemendagri baru akan mengecek kebenaran kabar tersebut ke gubernur atau Pemerintah Provinsi Papua, sebagai pembina Kabupaten Nduga. “Belum tahu, baru info dari media,” kata Bahtiar. (*/adn)