Percaya Suaminya Tidak Gila, Istri Aipda HR: Alhamdulillah Minggu Depan Sudah Dibolehkan Untuk Pulang

Aipda HR tampak tenang saat mengikuti ujian psikotes yang diberikan oleh pihak RSKD Dadi Makassatr pada Oktober 2022 lalu, namun hingga kini, pihak rumah sakit belum memberikan hasil ujian psokotes yang dimaksud kepada pihak keluarga HR.

BELOPA— Setelah aksi vandalismenya viral dengan mencoret Mapolres Luwu, Aipda HR yang hingga kini masih menajalani observasi di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar, Sulawesi Selatan.

Martini, sang istri dari polisi yang disebut-sebut mengalami gangguan kejiawaan itu masih merasa heran. Pasalnya, Aipda HR yang sudah mengikuti berbagai tes psiko untuk mengetahui sejauh mana gangguan kejiwaan yang ia alami, hingga kini sang istri belum mendapatkan hasil tes yang dimaksud dari pihak RSKD Dadi Makassar.

Bacaan Lainnya

“Sampai saat ini, saya bersama keluarga belum menerima hasil prikotes suami saya. Kami pihak keluarga juga tidak mengetahui alasan kenapa pihak rumah sakit belum mau memberikan hasilnya,” kata Martini, Rabu (02/11/2022).

“Meski demikian dan yang patut kami syukuri, tadi Bapak nelpon ke saya, alhamdullillah, pihak rumah sakit sudah memperbolehkan Bapak untuk pulang, rencananya minggu depan tanggal 9 November,” tambahnya.

Martini menjelaskan memang benar suaminya, Aipda HR, pernah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru Belopa dan dirawat selama empat hari pada februari 2021 lalu.

“Setelah keluar dari RSUD Batara Guru Belopa, suami saya kembali bekerja seperti biasanyak, namun beberapa waktu lalu, setelah mencoret kantornya dengan kata seperti yang diberitakan di beberapa media, suami saya kembali di masukkan ke rumah sakit, dan parahnya lagi ia dianggap sakit jiwa,” tuturnya.

“Menurut saya sebagai istri yang telah mendampinginya selama 10 Tahun, saya melihat tidak ada perubahan pada pribadinya. Bahkan waktu pertama kali saya mengantarkan suami ke RSKD Dadi Makassar, kondisinya sangat baik, tidak gelisah, tidak teriak-teriak, dan tidak  marah-marah layaknya seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan, intinya saat itu suami saya sangat normal jauh dari kata mengalami gangguan kejiwaan,” tandas Martini.

Sebelumnya diberitakan, Aipda HR dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan setelah ia mencoret tembok Mapolres Luwu dengan kata “Sarang Pungli”, “Sarang Korupsi” dan “Raja Pungli” pada body mobil operasional Sat Lantas Polres Luwu.

Sontak aksi vandalisme HR itu menarik perhatian dari berbagai kalangan. Bahkan beberapa warganet memberikan dukungan atas keberanaian polisi berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) itu dalam mengkritik. (*)











Pos terkait