JAKARTA- Menjawab tantangan literasi digital yang semakin kompleks di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkuat jaringan kemitraan nasional, Sabtu (29/11/2025).
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan bahwa melalui kolaborasi dengan 35 mitra strategis dari berbagai sektor mulai dari organisasi masyarakat, perguruan tinggi, industri, hingga komunitas akar rumput, Kemkomdigi menegaskan bahwa literasi digital membutuhkan ekosistem kolaboratif yang luas dan berkelanjutan.
“Kerjasama masif ini merupakan kebutuhan mendesak untuk memperluas jangkauan edukasi digital ke seluruh lapisan masyarakat. Literasi digital adalah PR besar. Menjangkau 220 juta pengguna internet tidak mungkin dilakukan pemerintah sendiri,” kata Menkomdigi dalam keterangannya terkait acara penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi dengan 35 Mitra Strategis di Jakarta.
“Untuk itu, kami membutuhkan mitra-mitra strategis yang menjadi perpanjangan tangan untuk memperluas edukasi, digital di masyarakat,” tambah Meutya.
Menkomdigi menegaskan, bahwa penguatan literasi digital tidak hanya bertumpu pada teknologi, melainkan juga pada kesiapan manusia sebagai penggunanya.
“Talenta digitial adalah infrastruktur utama dan literasi digital adalah pelengkapnya. Karena itu, langkah serentak dengan 35 mitra, hari ini kita lakukan secara masif agar dampaknya meluas,” tegasnya.
Ia juga mengatakan bahwa, Indeks Masyarakat Digial Indonesia (IMDI) pada 2025 berada diangka 44,43 poin, meningkat dari 43,34 poin tahun sebelumnya. Meutya menilai jika peningkatan indeks dapat dipercepat melalui sinergi multipihak.
“Menurut saya, ini masih bida kita tingkatkan lebih jauh lagi, terutama karena kita sudah punya mitra yang cukup banyak untuk menaikkan Indeks Masayrakat Digital Indonesia,” ucapnya.
Meutya menegaskan, bahwa penandatangan MoU tersebut bukan sebagai acara seremoni, melainkan pernyataan komitmen bersama dalam membangun masa depan ekosistem digital yang inklusif dan beretika.
“Ini adalah gerbang menuju kerja nyata yang lebih luas, lebih inklusif, dan lebih berdampak. Kita ingin seluruh warga negara dapat berpartisipasi di ruang digital secara aman, produktif, dan beretika,” tegas Menkomdigi.
Dikesempatan yang sama, Kepala BPSDM Komdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan mekanisme penting meningkatkan banyak kapasitas pengembangan talenta digital justru berada di tangan para mitra, termasuk inovasi modul, teknologi pembelajaran, pendekatan komunitas, dan kapasitas pelatihan.
“Ruang digital bergerak jauh lebih cepat daripada siklus regilasi, sebab itu kita membutuhkan mekanisme co-creation dengan para mitra, sehingga solusi literasi digital dapat terus beradaptasi dengan perubahan teknologi dan risiko siber,’ tutup Bonifasius. (*)








