PALOPO — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading Kota Palopo terus mengalami kemajuan yang pesat sejak dipimpin dr Nasaruddin, Sp.OG (K) MARS.
Dokter spesialis kandungan itu memulai jabatan sebagai direktur RSUD Sawerigading tahun 2015 lalu.
Berbagai prestasi telah ditorehkan oleh dokter yang tengah menempuh pendidikan S3 di Universitas Hasanuddin ini.
Mulai dari peningkatan peringkat kelas rumah sakit dari kelas C ke kelas B, dan menjadi rumah sakit rujukan di Luwu Raya dan sekitarnya, bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, dan membawa RSUD Sawerigading mendapatkan pengakuan lolos akreditasi dari KARS sejak tahun 2017.
Fasilitas yang lengkap membuat RSUD Sawerigading menjadi yang terbaik di Sulsel di luar kota Makassar.
“Semua ini berkat kerja keras semua tim. Kita bentuk tim yang solid untuk memajukan rumah sakit sesuai harapan walikota, HM Judas Amir,” kata dr Nasaruddin Rabu (23/2/2022).
dr Nasar juga terus melakukan peningkatan layanan alat kesehatan di RSUD Sawerigading. Sejak tahun 2016 telah menyediakan berbagai alat kesehatan mutakhir seperti CT-Scan, Panoramic, USG 4D, Mammografi, Mobile X-Ray, Laparoscopy, C-Arm, alat Patologi Anatomi, dan yang terupdate ada MRI dan Cath Lab.
Tidak hanya peningkatan layanan alat kesehatan tetapi juga dengan mengembangkan atau membuka layanan-layanan baru yang semakin memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan yang dibutuhkan dan berkualitas. Seperti PONEK, layanan rawat Inap VIP, Hemodialisa Unit Transfusi Darah, dan Jantung Terpadu.
“Peningkatan layanan alat kesehatan ini juga kita barengi dengan peningkatan kualitas pelayanan dengan mendatangkan SDM-SDM handal seperti dokter spesialis Paru, Bedah Orthopedi, Bedah Saraf, Bedah Onkologi, Jantung Intervensi dan sebagainya. Total sudah ada 50 dokter spesialis dan sub spesialis yang kita gunakan,” bebernya.
Dari segi pengelolaan keuangan. Sejak era dr Nasaruddin, pengelolaan keuangan hingga saat ini, RSUD Sawerigading mendapatkan Pengakuan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Tidak hanya itu dari segi pendapatan RSUD, dr Nasar tidak hanya mampu bertahan saat pandemi COVID-19 melanda tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan yang semula dari Rp30 miliar per tahun, kini mencapai Rp120 miliar per tahun.
Dari segi sarana dan prasarana, dr Nasar juga terus melakukan peningkatan sarana dan prasarana yang meliputi penambahan gedung, ketersediaan air bersih yang berkesinambungan dan pengelolaan limbah yang lebih baik.
“Ini berpengaruh pada peningkatan jumlah customer atau pasien yang dapat dilayani dari segi ketersediaan tempat tidur yang kini telah mencapai 346 tempat tidur,” tandasnya. (*)