Wardi Dapat Selamat dari Bupati Kutai Timur Usai Resmi Pimpin PWI

Konfrensi PWI Kutai Timur. (eka)

RITMEE – Wardi terpilih menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Timur (Kutim). Terpilihnya Wardi sebagai Ketua PWI Kutim yang baru mendapat perhatian Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman.

Melalui Kepala Bagian Protokol Komunikasi Pimpinan Sekretariat Kabupaten (Prokopim Setkab) Basuki Isnawan, orang nomor satu di Pemkab Kutim tersebut menyampaikan ucapan selamat.

Bacaan Lainnya

“Selamat dan sukses kepada Pak Wardi sebagai Ketua PWI Kutim periode 2023-2026. Semoga di bawah komando beliau yang merupakan wartawan senior, PWI makin jaya,” kata Basuki menyampaikan pesan atasannya.

Selain itu, sinergi yang sudah terjalin baik selama ini, bisa terus ditingkatkan. Terutama mengawal informasi dan pemberitaan pembangunan menuju kemajuan Kutim di masa datang.

Sementara itu, Wardi sebagai Ketua PWI Kutim terpilih memastikan siap mengemban amanah dengan menjalankan roda organisasi sesuai marwah wartawan yang diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

“Pada saat kita diberikan amanah itu tidak hanya dipertanggungjawabkan dunia saja tapi juga di akhirat dan menjadi ketua ini ini bukan tugas yang ringan, namun saya siap melaksanakan tugas yang sudah dipercayakan,” ucap Wardi saat menyampaikan sekapur sirih pascaterpilih menjadi Ketua PWI Kutim periode 2020-2023.

Selanjutnya, Wardi akan memastikan, kedepan organisasi resmi kewartawanan hanya ada empat yang diakui oleh Dewan Pers. Selain PWI ada lkatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis (AJI) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI).

“Saya ingin merangkul teman-teman wartawan yang ingin bergabung masuk ke PWI Kutim. PWI adalah organisasi yang sah, ini sangat memberikan imbauan jangan sampai wartawan yang tidak menjadi anggota organisasi pers melakukan jurnalisme tanpa kode etik, lantaran yang memiliki kode etik hanyalah organisasi pers” jelasnya.

Untuk itu, teman teman wartawan yang belum masuk ke organisasi profesi resmi bisa masuk, tak harus PWI.

Pasalnya dikhawatirkan jika terjadi masalah hukum itu tidak ada pembelaan di luar organisasi profesi.

Kita ada pengalaman di Sangatta kemarin juga ada masalah hukum terkait pemberitaan dan masuk dalam laporan ke PWI Kaltim. Tim pembelaan wartawan turut ikut membantu untuk meluruskan berita tersebut karena jika ada sengketa pers harus dibawa ke Dewan Pers.

“Nah, jika wartawan yang tidak bergabung di PWI, maka tidak akan bisa dibela,” urainya.

Terkait, sinergitas bersama Pemkab hingga jajaran Forkopimda, PWI Kutim akan lebih masif lagi melakukan roadshow hingga silaturahmi.

Dengan melakukan kunjungan kerja setelah kepengurusan yang baru dilantik oleh provinsi. Meningkatkan sinergi dengan pemerintah serta stakeholder lainnya demi bersama memajukan Kutim.

Soal Gedung Sekretariat PWI Kutim juga menjadi perhatian Wardi. Selama ini PWI Kutim menggunakan salah satu ruangan di samping Ruang Damar GSG Bukit Pelangi yang dikeluhkan sejumlah anggota.

“Kita akan mencari gedung baru untuk sekretariat yang lokasinya gampang dijangkau. Karena memang lokasi di GSG ini juga cukup jauh, jadi untuk melakukan komunikasi dan koordinasi agak susah. Ini solusinya,” tegasnya.

Terkait, independensi menuju Pemilu Serentak 2024, ia menegaskan anggota PWI harus netral hal ini sudah tertuang dengan aturan dari Dewan Pers.

“Wartawan yang masuk daftar calon tetap (peserta atau penyelenggara pemilu), November ini harus cuti jadi tidak boleh melakukan kerja jurnalistik seperti menulis dan memotret. Dia harus fokus dengan calegnya kemudian kalau juga menjadi tim sukses juga sama. Saya harap wartawan juga tidak boleh memihak salah satu simpatisan,” terangnya.

Terakhir, Wardi menyampaikan akan melanjutkan program-program sebelumnya yang sudah dijalankan di kepengurusan Ketua PWI Kutim sebelumnya Ibnu Djuraid.

“Seperti biasa program andalan yakni gelaran lanjutan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan pelatihan jurnalistik,” tutupnya. (adv)































Pos terkait