MAKASSAR — Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, punya kepedulian terhadap empat kabupaten/kota di Luwu Raya. Pada tahun 2019 ini, Pemprov telah menganggarkan ratusan miliar untuk pembenahan infrastruktur yang tersebar di Luwu, Luwu Utara, Palopo dan Luwu Timur.
Pada tahun 2020 mendatang, Luwu Raya masih menjadi daerah yang spesial bagi mantan Bupati Bantaeng dua periode ini. Anggarannya yang disiapkan mencapai Rp 500 miliar. Hal ini diungkapkan Kepala Bappeda Sulsel, Prof Rudy Djamaluddin, di gedung DPRD Sulsel, Selasa (26/11/2019).
” Pak gubernur fokusnya pada pembenahan infrastruktur di wilayah Luwu Raya. Ini yang akan terus digenjot oleh pemprov,” katanya seperti dikutip dari rakyatku.com. Menurut Prof Rudy, pembangunan infrastruktur ini dilakukan, agar pergerakan ekonomi semakin lancar. Dan juga, bisa membuka destinasi wisata yang baru.
Djamaluddin juga mengungkapkan, hingga saat ini proposal dari pemkab maupun masyarakat dari Luwu Raya sudah mencapai Rp 1 triliun. Padahal, anggaran yang disiapkan ke Luwu Raya hanya sebesar Rp 500 miliar pada 2020 mendatang.
Berdasarkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), bantuan keuangan daerah, berfokus pada pembukaan akses daerah terisolasi. Tujuannya, untuk mendukung konektivitas antar daerah. Juga, untuk membenahi akses dan fasilitas destinasi wisata.
Sejumlah daerah terisolir yang dibuka Pemprov di wilayah Luwu Raya antara lain, jalur jalan ke Bastem di Kabupaten Luwu, jalur Seko-Rampi di Luwu Utara, jalur Mahalona di Luwu Timur dan lainnya. Pemprov juga akan membangun dua rest area di Kabupaten Luwu dan Luwu Utara. (*/adn)