LUWU- Kepala Desa Kurusumanga didemo oleh masyarakatnya. Puluhan masyarakat mendatangi kantor Desa setempat sambil membakar ban bekas dan menuntut transparansi pengalokasian Dana Desa, Senin (05/01/2026).
“Sebagai masyarakat Desa Kurusumanga, kami menuntut transparansi dari Pemerintah Desa selama 10 tahun Kades yang saat ini menjabat,” kata warga.
Selama 10 tahun lebih menjabat, kata perwakital dari masyarakat, Kades Megawati tidak pernah mengajak masyarkat untuk mengambil kebijakan dan keputusan terkait pengalokasian dana desa.
“Selama10 tahun lebih menjabat masyarakat tidak pernah dilibatkan, semua dokumen terkait pertanggung jawaban yang kami tuntut itu tidak terinci, dokumen yang diberikan oleh Kades Megawati, kami anggap rekayasa untuk mengelabui kami sebagai masyarakat,” ujar perwakilan masyarakat Desa Kurusumanga.
Ia menjelaskan bahwa, aksi demonstrasi itu, masyarkat Desa Kurusumanga menuntut Kades Megawati untuk menjabatkan laporan realisasi APBDes Tahunan sejak awal pemerintahannya.
“Tuntutan kedua kami yaitu, transparansi terkait Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP), transparansi RPJMD, transparansi Laporan Pertanggung Jawaban Pemerintah Desa, transparansi terkait kegiatan desa dan laporan realisasi fisik maupun keuangan, dan transparansi dokumen lain terkait penyelenggaraan pemerintah desa dan pengelolaan anggaran desa tahunan,” terangnya.
“Kami juga meminta kepada APH dan Inspektorat untuk melakukan audit terkait pengalokasian anggaran dana desa Kurusumanga,” ucapnya.
Menyikapi hal itu, Kepala Desa Kurusumanga, Megawati mengaku telah melakukan transparansi pengelolaan dan pengalokasian dana desa.
“Saya sudah berikan, namun mereka (masyarakat) tidak menerimanya, malah meminta RKP, RPJMD, dan RAB, menurut saya permintaan itu bukan ranah mereka,” kata Kades Megawati.
Sebelumnya diberitakan, masyarakat Desa Kurusumanga mengeluhkan Kepala Desanya, Selasa (30/12/2025). Menurut masyarakat di desa tersebut, Megawati selaku Kades tidan transparan dalam pengelolaan keuangan dana desa.
Selain itu, masyarakat juga mendukan jika Kades yang dimasuk melakukan praktik nepotisme atau penyalahgunaan wewenang. Dimana Megawati selaku Kades Kurusumanga mengangkat anaknya sbeagai Sekretaris Desa sekaligus bertindak sebagai Bendahara Desa Kurusumanga. (*)












