DaerahHeadlineLuwu Raya

Bupati Luwu Utara Turun ke Jalan, Orasi Dukungan Pembentukan Provinsi Luwu Raya

×

Bupati Luwu Utara Turun ke Jalan, Orasi Dukungan Pembentukan Provinsi Luwu Raya

Sebarkan artikel ini
IMG 20260106 WA0000

LUTRA – Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim turun langsung ke tengah aksi massa yang menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya di Jalan Poros Sulawesi, Kecamatan Bungadidi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (5/1/2026) sore.

Kehadiran orang nomor satu di Luwu Utara itu menjadi simbol dukungan terbuka pemerintah daerah terhadap aspirasi pemekaran wilayah yang telah lama bergulir.

Ratusan massa yang terdiri dari masyarakat, pemuda, dan mahasiswa dari berbagai organisasi memadati ruas jalan utama. Mengenakan seragam dinas berwarna khaki, Andi Rahim menyampaikan orasi dari atas mobil bak terbuka yang berhenti di tengah jalan, menyatu dengan barisan demonstran.

Aksi tersebut diinisiasi Aliansi Perlawanan Rakyat Luwu Utara dan diikuti sejumlah organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, di antaranya Pemilar, Ikatan Kerukunan Mahasiswa Luwu Utara, Forum Komunikasi Pemuda Luwu Utara, Perhimpunan Mahasiswa Hukum DPC Palopo, LMND, PMII, HMI, IMM, serta GMNI.

Dalam orasinya, Andi Rahim menegaskan dukungannya terhadap perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Ia menyebut gerakan tersebut sebagai kelanjutan dari aspirasi historis masyarakat Tana Luwu yang telah diperjuangkan sejak masa Kedatuan Luwu di bawah kepemimpinan Andi Djemma pada periode 1953–1963.

“Keterlibatan pemuda dan mahasiswa hari ini adalah cermin kegelisahan kolektif atas masa depan daerah. Ini perjuangan nurani dengan semangat yang menyala untuk Tana Luwu,” ujar Andi Rahim di hadapan massa.

Sebagai kepala daerah sekaligus putra daerah, ia mengaku memahami dorongan batin masyarakat yang menginginkan terbentuknya Provinsi Luwu Raya. Menurut alumnus Teknik Elektro Universitas Hasanuddin tersebut, mimpi pemekaran telah lama hidup di benak orang Luwu, di mana pun berada.

“Kita tahu, orang Luwu selalu memimpikan Provinsi Luwu Raya. Ini perjuangan panjang generasi sebelumnya, dan secara pribadi saya juga merasakannya,” katanya.

Meski menyatakan dukungan, Andi Rahim menekankan bahwa pembentukan daerah otonomi baru harus ditempuh melalui mekanisme hukum dan pemenuhan persyaratan administratif sesuai peraturan perundang-undangan. Ia mengingatkan agar seluruh rangkaian perjuangan dilakukan secara konstitusional, tertib, dan beretika.

“Sebagai bupati, saya harus menghormati aturan yang ada. Saya ingin menyampaikan semangat kepada adik-adik pemuda agar perjuangan ini tetap berada di koridor yang benar,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Andi Rahim juga menyampaikan harapan agar Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat Tana Luwu.

“Mudah-mudahan perjuangan ini didengar Presiden dan diberi jalan terbaik bagi lahirnya Provinsi Luwu Raya,” ujarnya.

Ia menegaskan, gerakan pemekaran harus dilandasi niat tulus dan bebas dari kepentingan politik praktis. Andi Rahim menyatakan keyakinannya bahwa mahasiswa dan pemuda bergerak murni demi kepentingan daerah.

“Doa, semangat, bahkan sumber daya kami siap mendukung perjuangan ini,” katanya.

Dukungan terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya juga datang dari Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Sulawesi Selatan. Dalam pertemuan silaturahmi dan rapat pengurus di Sekretariat KKLR Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Sabtu (3/1/2026), organisasi tersebut menyatakan komitmen memperkuat konsolidasi perjuangan pemekaran wilayah.

Rapat yang dipimpin Ketua BPW KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali itu dihadiri jajaran pengurus wilayah dan perwakilan BPP KKLR, sekaligus menandai penggunaan sekretariat baru KKLR Sulsel yang telah rampung direnovasi, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu 2026. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *