LUWU– Pasca konflik antar kelompok hingga terjadi pengrusaan dan teror bom Molotov terhadap rumah milik Kepala Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu yang terjadi pada 31 Januari 2025, Personel Kompi 3 Batalyon D Pelopor gencar melakukan patrol cipta kondisi, Selasa (03/02/2026) Malam.
Komandan Batalyon D Pelopor, Kompol Laode Rusli melalui Danki 3 Yon D Pelopor, Iptu Muhammad Fajar Perkasa menjelaskan bahwa, patroli cipta kondisi dilakukan untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif khususnya di wilayah Kecamatan Bua.
“Patroli seperti ini terus dilakukan tidak hanya setelah terjadi konflik antar kelompok. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan lanjutan,” katanya. Rabu (04/02/2026).
“Dengan dilaksanakannya patroli cipta kondisi ini, diharapkan situasi kamtibmas di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, tetap aman, tertib, dan kondusif sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal kembali,” tutup Danki 3 Yon D Pelopor.
Sementara Ipda Azis Hakim yang memimpin patrol tersebut mengatakan, perseonl yang dikerahkan untuk patroli menyasar sejumlah titik rawan yang sebelumnya menjadi lokasi terjadinya konflik antar kelompok di Kecamatan Bua.
“Selain itu personel juga melakukan pemantauan situasi lingkungan, melakukan pengawasan aktivitas masyarakat, serta menyampaikan imbauan kamtibmas agar warga tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang dapat memicu konflik susulan,” ucapnya.
Melalui patroli cipta kondisi ini kata Ipda Azis merupakan bentuk kehadiran Negara di tengah masyarakat, sekaligus upaya preventif untuk memastikan stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Bua tetap terjaga.
“Selain menciptakan rasa aman, patroli ini juga bertujuan memberikan kepercayaan kepada masyarkat bahwa situasi sudah terkendali. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarkat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian,” tandas Ipda Asiz.
Sebelumnya diberitakan, bentrok antar kelompok pemuda di Kecamatan Bua, Kabuaten Luwu kembali pecah. Bentrok yang terjadi pada Rabu (28/01/2026) itu terjadi di kawasan traffic light simpang empat.
Pasca bentrokan itu, salah satu kelompok pemuda melakukan penyerangan ke Desa Padang Kalua pada (31/01/2026). Mereka mencari pemuda yang diduga melakukan pembusuran terhadap rekannya.
Karena tidak mendapat perlawanan, kelompok pemuda yang melakukan penyerangan di Desa Padang Kalua kemudian melempari rumah milik Kepala Desa Padang Kalua menggunakan batu hingga bom Molotov. (*)












