Luwu- Gelar reses Masa Persidangan II terkahir di Kecamatann Suli, Kabupaten Luwu Anggota DPRD Provinsi Fraksi Demokrat, Fadriaty Asmaun, serap seluruh aspirasi masyarakat yang kemudian akan diperjuangkan dalam pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (22/02/2026).
Dalam sambutannya, Fadriaty menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Suli yang antusias mengikuti reses meski tengah menjalankan ibadah puasa.
Dikesempatan itu, Fadriaty menegaskan bahwa, reses yang digelar merupakan tugas sekaligus momentum penting bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung apa yang menjadi persoalan dan harapan masyarakat.
“Semua aspirasi dari masyarakat, yang dihimpun akan menjadi bahan agenda kerja legislatif di tingkat provinsi, dan diperjuangkan dalam pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya.
“Kedatangan kami ini tentunya untuk menyerap atau mendengarkan aspirasi masyarakat, terutama masukan yang bisa dikerjakan melalui anggaran pemerintah provinsi,” tambah Fadriaty Asmaun.
Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Sulawesi Selatan itu, juga mengingatkan adanya keterbatasan fiskal akibat pemotongan anggaran dari pemerintah pusat untuk tahun 2026.
“Sekitar Rp.1,2 triliun anggaran Provinsi mengalami pemotongan dari pemerintah pusat. Meski demikian, saya akan tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tegas Fadriaty.
Dari seluruh lokasi, kata dia, reses yang dilaksanakan sejak 16 Februari hingga hari terakhir ini, mayoritas masyarakat mengusulkan program seperti bantuan alat , mesin pertanian (alsintan), pengadaan bibit, dan pembangunan jalan tani.
“Program-program yang diusulkan masyarakat akan disesuaikan dengan program prioritas Gubernur Sulsel. Namun masyarakat Suli jangan berkecil hati, karena seluruh aspirasi akan menjadi perhatian khusus bagi kami,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa efisiensi anggaran berdampak pada sejumlah program pembangunan.
“Di Kabupaten Luwu, beberapa proyek multi years tetap berjalan hingga 2027, di antaranya pembangunan Bendungan Makawa, Bendungan Lekkopini, serta pembangunan Rumah Sakit Regional Bua.
Agenda tersebut merupakan bagian dari kewajiban legislator untuk turun langsung ke daerah pemilihan guna menyerap aspirasi masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Fadriaty Asmaun, normalisasi Sungai Suli tahap pertama telah rampung sepanjang sekitar 5 kilometer. Untuk tahap kedua, pengerjaan direncanakan akan dilanjutkan tahun ini.
Perwakilan Pemerintah Kelurahan Suli, Hasta, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan reses di wilayahnya. Ia menuturkan bahwa Fadriaty telah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan selama tiga periode.
“Bagi kami, kehadiran beliau menjadi kebanggaan masyarakat sebab tidak semua wilayah mendapat kunjungan langsung wakil rakyat tingkat provinsi,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan bahwa, sebagian besar warga Suli berprofesi sebagai petani atau pekebun. Karena itu, masyarakat berharap kunjungan tersebut dapat membawa program-program yang mendukung penguatan sektor pertanian dan ekonomi lokal.
Reses yang berlangsung dalam suasana silaturahmi di hari keempat Ramadan itu juga dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama. Acara dihadiri sejumlah kepala desa se-Kecamatan Suli, unsur pemerintah Kelurahan Suli, perwakilan pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, serta warga setempat. (*)












