DaerahPertanian

Puluhan Hektare Padi di Kecamatan Bajo Terancam Gagal Panen

×

Puluhan Hektare Padi di Kecamatan Bajo Terancam Gagal Panen

Sebarkan artikel ini
images 2
Foto Ilustrasi (Ist)

LUWU- Puluhan hektare lahan persawahan milik warga di Desa Buntu Babang, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu dilaporkan mengalami kerusakan parah. Bahkan, sebagian tanaman padi milik warga yang sudah memasuki masa panen juga rusak dan terancam gagal panen, Minggu (21/06/2026).

Salah seorang petani sawah, Adi mengatakan bahwa, puluhan hektar lahan persawahan yang mengalami kerusakan dikarenakan sengaran masif hama tikus yang terjadi beberapa pekan terakhir.

“Hama tikus ini menyerang hampir seluruh area persawahan kami dan merusak tanaman padi yang sudah siap panen. Sebagai petani sawah, kami khawatir tidak dapat panen sebab sawah ini merupakan sumber utama pendapatan kami,” katanya.

Selain itu, kata Adi, ia juga harus menanggung biaya produksi yang telah dikeluarkannya sejak awal musim tanam.

Sementara Kepala Desa Buntu Babang, Summana mengaku telah menerima laporan terkait serangan hama tikus yang melanda wilayah pertanian di desanya.

“Pemdes kami telah banyak menerima laporan dari warga terkait kerusakan puluhan hectare tanaman padi yang diakibatkan adanya serangan hama tikus yang cukup parah dan berpotensi menyebabkan gagal panen di sejumlah Lokasi. Namun kami berharap ada Langkah cepat dari pihak terkait untuk membantu para petani mengatasi persoalan ini,” ujarnya.

Menurut Summana, Pemerintah desa Bersama kelompok tani saat ini terus berupaya melakukan pengendalian hama secara gotong-royong agar mampu menekan penyebaran tikus di area persawahan.

“Namun tentunya kami berharap adanya dukungan dari instansi pertanian agar penanganan ini dapat dilakukan lebih efektif lagi. Rusaknya tanaman padi milik petani tentu mempengaruhi perekonomian mereka dan jika tidak segera teratasi maka para petani kita akan mengalami kerugian hingga berdampak pada produksi pangan,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *