LUWU- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 74.919.04 Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu diduga melakukan penyalahan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM). Sejumlah warga mengaku telah melaporkan praktik dugaan penyalahgunaan tersebut ke Pertamina melalui kanal pengaduan resmi dan meminta dilakukan investigasi menyeluruh, Selasa (23/06/2026).
AK salah seorang warga mengaku telah melaporkan dugaan praktik penyalahgunaan penyaluran BBM di SPBU tersebut melalui Call Center 135, aplikasi MyPertamina, layanan WhatsApp pelanggan, hingga surat elektronik (email) kepada Customer Care Pertamina.
“Beberapa bulan terakhir ini, sejumlah kendaraan rutin melakukan pengisian solar subsidi dengan pola yang sama, sehingga dugaan menucul jika SPBU Padang Sappa ini melakukan kerja sama dengan sejumlah pengepul atau penimbun BBM jenis solar subsidi,” ungkapnya.
AK juga mengungkapkan bahwa, sedikitnya tujuh kendaraan roda empat yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut. Ia juga menyebut bahwa kendaraan yang diduga terlibat dalam kerja sama itu terdiri dari satu unit dump truck berwarna kuning serta beberapa kendaraan minibus jenis Panther dan Kijang dengan warna yang berdeba-beda.
“Mudus yang digunakan yaitu kendaran-kendaraan ini melakukan pengisian BBM menggunakan beberapa pemindai barcode dalam satu kali transaksi. Setiap barcode memiliki nilai pembelian hingga Rp900 ribu, sehingga dalam sekali pengisian dapat menghasilkan puluhan jerigen solar untuk kemudian ditampung dalam tangki kendaraan,” ungkapnya.
Tak hanya itu, AK juga menduga bahwa barcode yang digunakan oleh para pelansir itu bukanlah milik kendaraan dengan kapasitas tangki yang lebih besar. Menurut AK, setelah kendaraan-kendaraan itu melakukan pengisian, operator SPBU tersebut tak lagi melayani masyarakat umum sebab telah kehabisan stok solar.
“Namun dihari yang sama, tiba-tiba penjualan solar subsidi kembali dibuka. Penjualan solar kembali dilakukan ketia kendaraan pelangsir berada di antrean terdepan, bahkan pengisian solar untuk kendaraan itu berulang tiga kali dalam sehari,” terangnya.
Hal senada juga disampaikan oleh warga lainnya berinisial HE. Ia mengaku memperolej informasi yang mengatakan bahwa kendaraan pelansir yang telah diisi solar akan ditampung di dua Lokasi bereda yang berada tidak jauh dari SPBU tersebut.
Sementara salah seorang warga berinisial AM secara terang-terangan mengaku mengetahui sekaligus menjadi pelaku pendistribusian solar ke sejumlah pihak, dimana solar-solar yang ia distribusikan diduga berasal dari SPBU tersebut.
AM menyampaikan pernyataan itu pada Minggu (19/04/2026) lalu sekitar pukul 12.37 Wita. Menurut dia volume pendistribusian solar yang ia lalukan setiap hari berkirar antara 30 hingga 40 jerigen. Ia juga mengaku bahwa penyaluran solar tersebut dilakukan ke berbagai tempat termasuk ke sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan infrastruktur yang ia sebut dengan inisial WKN.
Pihak pengelola SPBU 74.919.04 Padang Sappa sendiri hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM jenis Solar ini. Awak media juga masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Pertamina Patra Niaga, serta pihak-pihak lainnya. (**)













