PALOPO – Universitas Mega Buana (UMB) Palopo kembali menorehkan prestasi membanggakan di usianya yang baru menginjak 17 tahun. Perguruan tinggi yang lahir dari sebuah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Dr. Drs. Andi Lukman, M.Si., atas perkembangan pesat yang dinilai melampaui usia institusinya.
Pujian tersebut disampaikan Andi Lukman saat menghadiri kegiatan Jalan Sehat Dies Natalis ke-17 UMB Palopo yang berlangsung pada Minggu (21/6/2026). Menurutnya, laju pertumbuhan dan capaian yang diraih UMB Palopo dalam kurun waktu kurang dari dua dekade merupakan pencapaian yang luar biasa dalam dunia pendidikan tinggi.
“Kalau usia 17 tahun pada manusia masih berada pada fase remaja, maka UMB Palopo sudah menunjukkan kematangan yang biasanya baru dicapai oleh perguruan tinggi berusia sekitar 40 tahun,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa cepatnya transformasi yang terjadi di kampus yang kini menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi tersebut.
Jadi Salah Satu Kampus Terbaik di Sulawesi
Andi Lukman menilai keberhasilan UMB Palopo tidak hanya terlihat dari pertumbuhan jumlah mahasiswa dan program studi, tetapi juga dari kualitas pengelolaan institusi yang terus berkembang secara konsisten.
Menurutnya, UMB Palopo saat ini telah menempatkan diri sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di wilayah kerja LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan tinggi di kampus yang berada di Kota Palopo tersebut.
“Tidak perlu jauh-jauh mencari perguruan tinggi berkualitas. UMB Palopo telah membuktikan diri sebagai institusi yang mampu bersaing dan memberikan layanan pendidikan yang unggul,” katanya.
Pemkot Palopo Apresiasi Kontribusi UMB
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kota Palopo melalui Staf Ahli Wali Kota Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Drs. Taufik Gurrahman, M.Si.
Dalam sambutannya, Taufik menyampaikan bahwa UMB Palopo telah memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan pendidikan di Kota Palopo.
Ia mengaku terkesan dengan perkembangan kampus tersebut yang kini tidak hanya menarik mahasiswa dari berbagai daerah di Sulawesi, tetapi juga dari seluruh Indonesia bahkan mancanegara.
“UMB Palopo telah menjadi kebanggaan daerah. Mahasiswanya berasal dari ratusan kabupaten dan kota di Indonesia, bahkan saat ini sudah memiliki mahasiswa asing,” ujarnya.
Dari Rumah Tapak Menjadi Kampus Rujukan Nasional
Pada kesempatan yang sama, Rektor UMB Palopo, Prof. Dr. Hj. Nilawati Uly, S.Si., Apt., M.Kes., CIPA, mengenang perjalanan panjang kampus yang dipimpinnya.
Dengan penuh haru, ia menceritakan bagaimana UMB Palopo bermula dari sebuah STIKes sederhana yang beroperasi di sebuah rumah tapak dan hanya memiliki tiga program studi.
Namun berkat kerja keras, komitmen, dan dukungan berbagai pihak, kampus tersebut terus berkembang hingga kini memiliki 18 program studi dan enam lokasi kampus yang tersebar di Kota Palopo.
“Perjalanan ini bukan sesuatu yang instan. Semua capaian yang diraih hari ini merupakan hasil dari kerja kolektif dan dukungan banyak pihak,” katanya.
Mahasiswa Tembus 5.800 Orang dari 32 Provinsi
Pertumbuhan UMB Palopo juga tercermin dari jumlah mahasiswanya yang meningkat signifikan.
Jika pada masa awal berdiri jumlah mahasiswa hanya sekitar 70 orang, kini UMB Palopo telah memiliki sekitar 5.800 mahasiswa aktif.
Tidak hanya itu, cakupan asal mahasiswa juga semakin luas. Saat ini mahasiswa UMB berasal dari 170 kabupaten dan kota yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa UMB Palopo telah berhasil membangun reputasi nasional sebagai perguruan tinggi yang mampu menarik minat calon mahasiswa dari berbagai daerah.
Menjadi Referensi Pembukaan Program Studi Kedokteran
Salah satu capaian yang membanggakan adalah keberhasilan UMB Palopo menjadi rujukan nasional bagi berbagai perguruan tinggi swasta yang ingin membuka Program Studi Kedokteran.
Sejumlah kampus dari berbagai daerah seperti Bandung, Purwokerto, Banjarmasin, Manado, hingga Sulawesi Tenggara tercatat telah melakukan studi tiru dan kunjungan resmi ke UMB Palopo untuk mempelajari tata kelola pengembangan program studi tersebut.
Hal ini semakin memperkuat posisi UMB Palopo sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang memiliki daya saing dan pengaruh di tingkat nasional.
Siap Terus Bertumbuh dan Berdampak untuk Negeri
Menutup rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-17, Rektor UMB Palopo menegaskan bahwa berbagai pencapaian yang diraih kampus tidak terlepas dari dukungan pemerintah, LLDIKTI, masyarakat, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika.
Ia berharap semangat kolaborasi dan inovasi terus menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan.
Sejalan dengan tema Dies Natalis tahun ini, “Sinergi UMB Palopo: Bertumbuh, Berinovasi, dan Berdampak untuk Negeri,” UMB Palopo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kontribusi bagi masyarakat, serta melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.







