HeadlineSulsel

FEATURE: AKBP Adnan Pandibu, Pembawa Perdamaian Konflik Warga di Wilayah Hukum Polres Luwu dengan Cara Humanis

×

FEATURE: AKBP Adnan Pandibu, Pembawa Perdamaian Konflik Warga di Wilayah Hukum Polres Luwu dengan Cara Humanis

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 07 30 at 14.09.04
Saat helm diganti pelukan, saat sarung tangan belum terlepas, momen AKBP Adnan Pandibu menyempatkan diri berbagi dan memberi kasih sayang kepada warga saat bakti sosial Trabhara Jejal Part 2.
64 / 100 Skor SEO

RITMEE.CO.ID– Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Adnan Pandibu saat ini mengemban jabatan baru sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Sulawesi Selatan setelah satu tahun menjabat sebagai Kapolres Luwu.

Melalui Surat Telegram Kapolri bernomor ST/1335-ST/1341 tertanggal 25 Juni 2026, AKBP Adnan Pandibu dimutasi dan mengemban jabatan yang lebih tinggi dari sebelumnya, yang tentunya dengan tantangan yang lebih besar dalam institusi Kepolisian.

Di Kabupaten Luwu, Adnan Pandibu hadir bukan sekadar pemegang tonggak kepolisian resor, ia hadir sebagai sosok yang mendengarkan dan menyelesaikan berbagai masalah dengan solutif, humanis, namun tetap tegas tanpa pandang bulu.

Awal Penugasan Diuji Konflik Antar Warga 

Luwu bukanlah wilayah yang datar, Kabupaten dengan sejarah panjang ini memiliki dinamika sosial yang kompleks. Sengketa lahan, kesalahpahaman antar kampung, hingga gesekan warga bisa muncul kapan saja.

Di awal-awal kepemimpinannya, AKBP Adnan langsung dihadapkan pada beberapa titik konflik antar warga. Biasanya, jawaban institusi adalah kekuatan, namun ia memilih jalan lain.

Pria kelahiran Poso, Sulawesi Tengah itu datang dan hadir di tengah-tengah masyarakat tanpa arogansi dan meminta tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda bicara lebih dulu. Menjelaskan duduk permasalahan, kemudian memberikan solusi.

“Penegakan hukum itu penting, namun jika kita bisa mencegah dengan kepala dingin dan hati, kenapa harus pakai cara keras? Saya bukanlah pendatang di Luwu Raya ini, meski lahir dan dibesarkan di Sulawesi Tengah, tapi saya memiliki darah dari Rampi, Kabupaten Luwu Utara,” kalimat itulah yang kerap ia ucapkan ketika berhadapan dengan masyarakat di Kabupaten Luwu.

Pendekatan-pendekatan humanis yang ia lakukan dalam meredam konflik antarwarga di wilayah hukum AKBP Adnan membuahkan hasil. Wilayah yang sempat panas perlahan mendingin. Warga mulai percaya.

Warga yang sebelumnya kerap terlibat konflik memutuskan berdamai, dihadapan AKBP Adnan, Pemerintah Kabupaten Luwu, tokoh pemuda dan masyarakat saling bermaafan, berjabat tangan, dan berpelukan dalam suasana yang lebih kekeluargaan.

Bagi AKBP Adnan, konflik tidak akan selesai dengan tembakan peringatan. Konflik selesai ketika semua pihak merasa menang dan tidak ada yang dipermalukan.

Mengawal Aspirasi, Menjaga Ketertiban

Di tengah gejolak tuntutan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah, ratusan massa turun ke jalan, kembali menyuarakan harapan yang puluhan tahun belum juga terealisasi, suasana bisa saja memanas, bentrok antar pendemo dan personel kepolisian bisa saja terjadi.

Namun dibarisan terdepan para personel yang mengamankan aksi demo, AKBP Adnan Pandibu hadir tidak dengan tameng dan pentungan, tidak berteriak dari mobil komando. AKBP Adnan lebih memilih berjalan, mengajak massa berdiskusi dan berdialog secara humanis demi memastikan aksi demo itu berjalan aman dan tertib.

Bagi Adnan, melakukan pendekatan secara persuasif dengan peserta aksi dan mengamankan aspirasi rakyat adalah bagian dari tugas Polri yang paling mulia.

Humanis di Balik Seragam Kisah Ribuan SKCK 

Kalau ditanya warga Luwu apa yang paling mereka ingat dari AKBP Adnan, jawabannya sering bukan soal konflik. Jawabannya adalah SKCK.

Tahun 2025-2026, ribuan tenaga honorer di Luwu harus mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian untuk pemberkasan. Antrean panjang, waktu mepet, dan potensi pungli selalu jadi momok.

AKBP Adnan paham betul akan hal itu, lalu memerintahkan Sat Intelkam Polres Luwu untuk mengubah sistem. Tidak ada lagi calo. Tidak ada lagi “nanti sore kembali”. Semua harus tertib, aman, dan tepat waktu.

Ia bahkan beberapa kali turun langsung, menyapa, menanyakan kendala, hingga menegur anggotanya jika ada yang memasang wajah tak ramah.

Bagi AKBP Adnan, seragam yang sehari-hari ia kenakan bukan untuk menakuti warga, namun seragam itu untuk membuat warga merasa aman. Tidak ada yang merasa kecewa ketika warga mendatangi Mapolres Luwu, sebab kekecewaan warga adalah kegagalan seorang anggota Polri.

Bagi ribuan honorer itu, AKBP Adnan bukan hanya Kapolres. Ia adalah orang yang membuat proses birokrasi tidak menyakitkan.

Polri Presisi Dimulai dari Hal Kecil 

AKBP Adnan sering mengutip 3 kata saat memberi arahan: Melindungi, Mengayomi, Melayani.

Baginya, Presisi bukan slogan di spanduk, presisi dimulai dari hal kecil, dari cara anggota lalu lintas menyapa pengendara. Dari cara anggota SPKT menerima laporan dengan tidak membentak, dan dari cara Kapolres hadir di musyawarah desa di pelosok.

Ia percaya, kepercayaan publik tidak dibangun dalam sehari. Ia dibangun dari ratusan interaksi kecil yang jujur.

Di Luwu, Adnan Pandibu menerapkan hal itu. Ia rutin blusukan ke pasar, berdialog dengan pedagang, mampir ke sekolah, dan datang ke rumah warga yang sedang berduka.

“Polisi harus hadir sebelum masalah datang. Jangan tunggu viral baru bergerak,” katanya.

Kegiatan Menonjol Selama Menjabat di Luwu 

Selain tugas pokok kepolisian, AKBP Adnan Pandibu juga dikenal aktif membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan positif. Beberapa kegiatan yang menjadi catatan penting selama ia memimpin Polres Luwu yaitu Even Trail Adventure Trabhara Jejal Part 1 yang diselenggarakan pada Desember 2025.

Dimana even ini berhasil menghadirkan lebih dari 2500 raider Nusantara yang ingin menguji adrenalin mereka dan menaklukan jalur extrem pegunungan Latimojong.

Melanjutkan semangat kebersamaan dan sportivitas komunitas trail, dan sebelum pindah tugas ke Polda Sulsel, AKBP Adnan kembali menggelar Even Trail Adventure Trabhara Jejal Part 2.

Di event kedua ini, AKBP Adnan Pandibu lagi-lagi menggaungkan aksi dan kepedulian. Di sela-sela melintasi jalur ekstrim, Adnan Pandibu bersama Tim BHALTAC Bhayangkara Luwu menyempatkan diri menyapa dan berbagi paket sembakp kepada masyarakat kurang mampu.

Melalui Trabhara Jejal Part 2 yang digelar pada 18 Juli 2026, Polres Luwu menunjukkan wajah Polri yang tidak hanya tegas di lapangan, tapi juga humanis dan hadir di tengah masyarakat. Aksi ini menjadi penutup manis masa jabatan AKBP Adnan Pandibu di Bumi Sawerigading.

Untuk mendukung pecinta trail khususnya bagi para personel Polres Luwu, AKBP Adnan Pandibu mendirikan BHALTAC-Bhanyangkara Luwu Trail Adventure Club sebagai wadah silaturahmi sekaligus sebagai sarana pembinaan.

Selain mendirikan club trail, perwira berpangkat dua bunga melati emas itu, juga mendirikan Club ADP (akronim dari Adnan Pandibu) Family Off Road dan turut berpartisipasi dalam even Latimojong Expediton 2026.

Melalui kegiatan-kegiatan ini, AKBP Adnan menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir saat ada masalah, namun juga hadir untuk merajut kebersamaan dan menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.

Pindah Tugas, Jejak Tetap Ada 

Kini jabatan telah berpindah, dari Belopa ke Makassar. Dari Kapolres menjadi Wadirreskrimum Polda Sulsel. Tanggung jawabnya kini mencakup kasus-kasus besar, penyidikan, dan pembinaan penyidik di seluruh Sulsel.

Tapi orang Luwu tidak pernah lupa. Di grup WhatsApp, di media sosial, nama AKBP Adnan masih sering disebut saat ada masalah kamtibmas.

Bagi beliau, mutasi adalah bagian dari dinas. Tapi nilai-nilai yang ia tanam tidak ikut dimutasi.

“Dimanapun bertugas, prinsipnya sama. Dekat dengan masyarakat. Adil. Humanis. Karena pada akhirnya, masyarakat tidak akan ingat berapa kasus yang kita selesaikan. Mereka akan ingat bagaimana perasaan mereka saat berurusan dengan kita,” ucapnya.

Pelajaran dari Seorang Pemimpin 

Satu tahun mungkin singkat, namun AKBP Adnan Pandibu membuktikan bahwa kepemimpinan tidak diukur dari lama, tapi dari dalam.

Ia datang ke Luwu sebagai seorang Kapolres. Ia pergi sebagai seorang polisi humanis, penengah, pembawa perdamaian yang dipercaya.

Adnan Pandibu mengajarkan bahwa kekuatan Polri bukan hanya ada di laras senjata, tapi ada di kemampuan mendengar. Bukan hanya di pasal-pasal KUHP, namun dari rasa empati.

Di tanah Luwu, ia bukan hanya menegakkan hukum. Ia membangun jembatan. Jembatan antara masyarakat dan institusi. Dan jembatan itu, jauh lebih sulit dibangun daripada sekadar menutup kasus.

Apresiasi Masyarakat untuk AKBP Adnan Pandibu

Masyarakat Kabupaten Luwu punya caranya sendiri untuk mengingat seseorang. Bukan dari seberapa sering sirine meraung di jalan, bukan dari seberapa besar operasi yang digelar. Namun dari seberapa tulus seseorang duduk, mendengar, lalu menyelesaikan masalah.

Bagi salah seorang tokoh masyarakat, Azhar M Toputiri, AKBP Adnan Pandibu selaku Kapolres Luwu berhasil menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya, terkhusus di beberapa wilayah yang kerap terjadi bentrok dan patut diapresiasi.

Di Kecamatan Bua, misalnya, Azhar menyebut, pasca bentrok dua kelompok pemuda di Kecamatan Bua, AKBP Adnan berupaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah itu dengan cara humanis, mengedepankan langkah pencegahan, dialogis, namun tetap tegas sehingga kamtimbas di wilayah itu kembali kondusif.

Apresiasi atas keberhasilan AKBP Adnan Pandibu menjaga kamtibmas di wilayah Kecamatan Bua juga mengalir dari tokoh pemuda setempat yakni Andi Admiral Kaddiraja sekaligus anggota DPRD Luwu dua periode.

Menurut Andi Admiral, langkah preventif dan repsesif yang dilakukan oleh AKBP Adnan patut diapresiasi. Selama menjabat sebagai Kaporles Luwu, AKBP Adnan hadir secara intensif di tengah-tengah masyarakat, memberikan rasa aman hingga mampu menekan potensi tawuran antar kelompok pemuda di Kacamatan Bua.

Rasa aman dan kondusifitas kamtimbas di Kecamatan Bua yang diberikan oleh AKBP Adnan menurut Andi Admiral bukan dengan raungan sirine ataupun operasi skala besar, melainkan melalui dialog humanis, pembinaan terhadap generasi muda dan pemanfaatan Pembentukan Unit Kecil Lengkap (UKL).

Apresiasi masyarakat atas kinerja AKBP Adnan Pandibu tak datang dari satu atau dua tokoh di Kabupaten Luwu. Apresiasi serupa juga datang dari praktisi hukum, lembaga pemerintahan dan lainnya.

Kehadiran Adnan Pandibu sebagai Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Luwu tak hanya membawa perdamaian bagi dua kelompok pemuda di Kecamatan Bua. Ia juga membawa perdamaian bagi kelompok pemuda di daerah Walenrang-Lamasi.

Dimana kala itu, dua kelompok pemuda di Kecamatan Walenrang-Lamasi (Walmas) bersitegang, saling menyerang, hingga memblokade jalan trans Sulawesi yang merupakan akses utama mobilitas masyarakat.

Namun dengan pendekatan persuasif, responsif, dan dialogis dengan komitmen kuat mengedepankan sisi humanis dan profesionalisme penegakan hukum dalam menjaga situasi keamanan daerah tetap kondusif, AKBP Adnan Pandibu berhasil mendamaikan kelompok-kelompok pemuda yang kerap bertikai di beberapa wilayah di Kabupaten Luwu, khusunya di Kecamatan Bua dan daerah Walenrang-Lamasi.

Berikut Biodata Singkat AKBP Adnan Pandibu

Pendidikan Umum :

  • SD         : SD Negeri Inpres Waliwuki Lage, Kabupaten Poso
  • SMP      : SMP Negeri Tagolu, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso 1993
  • SMA      : SMA Negeri 2 Poso Tahun 1996
  • Strata 1 : Universitas Medan Area, Medan Tahun 2009

Riwayat Pangkat :

  • IPDA     : 16 Desember 2004
  • IPTU     : 1 Januari 2008
  • AKP         : 1 Januari 2011
  • Kompol : 1 Juli 2016
  • AKBP      : 1 Januari 2024

Riwayat Singkat Penugasan :

  • Wakapolres Gianyar, Bali Tahun 2019
  • Kanit Subdit 1 Ditreskrimum Polda Bali Tahun 2020
  • Pamen Yanma Polda Bali Tahun 2020
  • Kasibinpenakta Subditbintibsos Ditbinmas Polda Bali Tahun 2021
  • Pamen Ditbinmas Polda Bali Tahun 2023
  • Pamen Lemdiklat Polri Tahun 2023
  • Pamen Polda Sulsel Tahun 2024
  • Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Sulsel Tahun 2023
  • Kapolres Kelauan Selayar Polda Sulsel Tahun 2024
  • Kapolres Luwu Polda Sulsel Tahun 2025-2026
  • Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel Tahun 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *