JAKARTA — Virus corona sudah masuk ke Indonesia. Sebanyak dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertempat tinggal di Depok, Jawa Barat dinyatakan positif.
Kondisi ini menyebabkan permintaan akan masker melonjak drastis. Itu terlihat di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Konsumen menyerbu penjual masker.
Seorang pedagang obat dan alat kesehatan, Neni mengaku harga masker dengan merek Sensi sudah melonjak drastis. Dari yang awalnya dijual dengan harga Rp 25.000 satu box (50 lembar), kini harga masker Sensi ia jual Rp 350.000 atau sudah naik 1400%.
“Dari Januari sudah naik. Kemarin-kemarin diborong kebanyakan oleh orang China. Sekarang orang Indonesia yang borong,” kata Neni dikutip dari detik.com.
Neni menuturkan, stok masker kian menipis. Ia yang biasanya memperoleh hingga 2 karton per hari (40 box/karton), kini hanya memiliki stok 10 box masker.
Sementara itu, Dessy yang juga menjual alat kesehatan di Pasar Pramuka menjual masker dengan merek lain. Kenaikannya pun sama drastisnya, misalnya saja masker Stardec seharga Rp 260.000, padahal harga aslinya hanya sekitar Rp 15.000/box.
“Ini yang selain Sensi masih lebih murah memang. Tapi stok juga nggak banyak,” ungkapnya.
Tak hanya masker, Dessy juga terlihat sibuk melayani pelanggan yang membeli hand sanitizer. Menurutnya, ia terus-menerus menerima telepon yang memesan antiseptic. “Sibuk saya, apalagi ada kabar yang kena corona itu,” ujarnya. (*/asm)













