HeadlineAdvetorialDaerahPemerintahan

ADVETORIAL: Peringatan Proklamasi Kemerdekan, Formasi Payung dan Angka 81 Melambangkan Kemuliaan dan HUT Kemerdekaan RI

×

ADVETORIAL: Peringatan Proklamasi Kemerdekan, Formasi Payung dan Angka 81 Melambangkan Kemuliaan dan HUT Kemerdekaan RI

Sebarkan artikel ini
89edaf7f 6706 4cfc a1ef 6a804013ea95 1 e1786959431619
Bupati Luwu, Patahudding saat menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Pasukan Pengibar Bendara Pusaka (Paskibraka) dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/08/2026).
67 / 100 Skor SEO

LUWU- Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Luwu melaksanakan Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi, Senin (17/08/2026).

Detik-detik Proklamasi, Formasi Payung dan Angka 81

f6ed094c 0436 42e5 8cce 751bae6d79ba e1786959558486
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Luwu menampilkan Formasi Payung dan Angka 81, sebagai rangkaian penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus simbol semangat dalam mengisi kemerdekaan.

Pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Luwu menampilkan Formasi Payung dan Angka 81, sebagai rangkaian penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus simbol semangat dalam mengisi kemerdekaan.

Formasi payung yang ditampilkan oleh Paskibraka Luwu, melambangkan kemuliaan, kehormatan, serta kepemimpinan yang mengayomi, sementara formasi angka 81 menjadi simbol HUT ke-18 Kemerdekaan RI dan pengingat perjalanan bangsa Indonesia selama 81 tahun mempertahankan serta mengisi kemerdekaan melalui perjuangan pembangunan.

Pelaksanaan upacara yang digelar di Tribun Lapangan Andi Djemma Belopa pagi tadi menjadi momentum memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penyerahan Bantuan Pelayanan Publik dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama

Dalam momen HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang diperingati setiap 17 Agustus, Pemerintah Kabupaten Luwu merangkaikan momentum bersejarah itu dengan menyerahkan sejumlah penghargaan bantuan sarana pendukung pelayanan publik, serta menandatangani perjanjian kerja sama.

Penyerahan sejumlah bantuan dan penandatanganan kerja sama itu dilakukan setlah pelaksanaan Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang dilakukan secara bergantian oleh Bupati Luwu, Patahudding, Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

240bcbcf dbbc 46dc a27b 1bf503df94af e1786959658340
penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Luwu dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu tentang Sinergi Pelaksanaan 8 Program Optimalisasi Ekonomi Daerah melalui Layanan Pertanahan dan Ruang.

Tepat di hari perayaan ke-81 Kemerdekaan RI, sejumlah atlet berprestasi yang telah berkontribusi mengharumkan nama Kabupaten Luwu tingkat internasional juga menerima piagam penghargaan.

Selain atlet berprestasi, pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada para pemenang Lomba Kebersihan Tingkat OPD, Kecamatan dan Desa Tahun 2026.

Di kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Luwu juga memberikan cendera mata atau penghargaan kepada petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu yang menunjukkan kinerja baik sepanjang Tahun 2026.

Penghargaan yang diberikan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, kedisiplinan dan kinerja petugas kebersihan yang setiap hari berperan menjaga kebersihan lingkungan Kabupaten Luwu.

Pada sektor kesehatan, Bupati Luwu juga menyerahkan bantuan 30unit oxygen concentrator dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu.

Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada 22 puskesmas se-Kabupaten Luwu serta PSC 119 untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan oksigen.

Oxygen concentrator merupakan alat yang menghasilkan oksigen secara terus-menerus bagi pasien yang mengalami gangguan pernapasan, sehingga penggunaannya tidak bergantung pada pengisian ulang tabung oksigen.

Pada kesempatan tersebut juga PT. Masmindo Dwi Area juga menyerahkan bantuan 1unit trademill kepada Rumah Sakit Batara Guru.

Selain bantuan di bidang kesehatan, turut diserahkan bantuan peralatan kepada kelompok pengrajin dan masyarakat berupa dua unit mesin jahit portabel, dua unit mesin obras dan satu unit mesin serut rotan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas produksi dan meningkatkan kapasitas usaha masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kabupaten Luwu dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Luwu tentang Sinergi Pelaksanaan 8 Program Optimalisasi Ekonomi Daerah melalui Layanan Pertanahan dan Ruang.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah daerah dan Kantor Pertanahan dalam mendukung optimalisasi ekonomi daerah melalui layanan pertanahan dan penataan ruang.

Mengenang Jasa para Pahlawan Kemerdekaan

57cc8b76 c7f9 4b63 8e41 db0e18feaa61 scaled e1786959817985
Kapolres Luwu, AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo saat memimpin upacara Ziarah Nasional di Makam Pahlawan Kabupaten Luwu.

Sebagai bentuk penghormatan dan menghargai jasa serta pengorbanan para pahlawan, upacara Ziarah Nasional menjadi salah satu rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI.

Upacara Ziarah Nasional yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu bersama Forkopimda itu dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan sesaat setelah Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan dilaksanakan.

Kapolres Luwu, AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo dalam kesempatan itu bertindak sebagai Inspektur Upacara. Di kesempatan yang sama, Bupati Luwu Patahudding berpesan bahwa, semangat perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat dalam mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata dan pembangunan daerah.

“Mari kita teladani semangat perjuangan, persatuan, dan cinta tanah air yang telah mereka wariskan. Semoga kita mampu mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga persatuan, dan membangun Kabupaten Luwu yang semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.

Rangkaian upacara Ziarah Nasional ini dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di pusara para pahlawan sebagai bentuk penghormatan sekaligus penghargaan atas pengabdian dan perjuangan yang telah diberikan kepada bangsa dan negara.

Ramah-tamah Bersama Perintis Kemerdekaan dan Veteran

9318e930 f7eb 499e b6fc 140eb6b9b8a5 e1786959998625
Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu beramah-tamah bersama para perintis kemerdekaan, veteran, warakawuri, dan Angkatan 45 yang berlangsung di Tribun Lapangan Andi Djemma Belopa.

Salah satu rangkaian peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Luwu yakni ramah-tamah bersama para perintis kemerdekaan, veteran, warakawuri, dan Angkatan 45 yang berlangsung di Tribun Lapangan Andi Djemma Belopa.

Momentum ini, Pemerintah Kabupaten Luwu menyampaikan penghargaan dan penghormatan kepada para pejuang yang telah berkontribusi dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

“Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu bersama Wakil Bupati menyampaikan penghargaan kepada bapak-bapak veteran. Kami berharap senantiasa mendapat bimbingan, masukan, nasihat, dan doa agar kami dapat menjalankan amanah masyarakat Kabupaten Luwu dengan sebaik-baiknya,” ujar Bupati Luwu, Patahudding di hadapan para veteran kemerdekaan.

Sebagai bentuk penghargaan kepada para veteran, Pemerintah Kabupaten Luwu  memberikan kebijakan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi objek pajak yang masih atas nama veteran, baik berupa sawah, kebun maupun rumah.

Bupati menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para pejuang kemerdekaan. Ia menegaskan bahwa pembebasan PBB tersebut berlaku terhadap aset yang tercatat atas nama veteran yang bersangkutan.

“Ini sebagai bentuk penghargaan kami kepada para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Selama tanah, kebun, sawah atau rumah tersebut masih atas nama veteran, pajaknya dibebaskan,” jelasnya.

Sambutan Seragam Bupati Luwu di Pelaksanaan Upacara Tingkat Kecamatan

Upcara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dilaksanakan di Tribun Lapangan Andi Djemma Belopa. Upacara serupa juga dilaksanakan di 22 Kecamatan di Kabupaten Luwu.

Dalam kesempatan itu, masing-masing Inspektur Upacara tingkat kecamatan membacakan sambutan seragam Bupati Luwu. Dalam sambutannya, Patahudding mengatakan bahwa 81 tahun yang lalu, para pendiri bangsa memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dengan satu tekad.

“Bangsa Indonesia harus berdiri sebagai bangsa yang Merdeka, berdaulat dan menentukan masa depan sendiri. Kemerdekaan ini tidak diperoleh dengan mudah, namun di bayar dengan pengorbanan jiwa, raga, harta, dan air mata para pahlawan kita,” kata Bupati Luwu dalam sambutan seragam yang dibacakan di pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di tingkat kecamatan.

Dalam sambutan itu Bupati Luwu juga mengatakan bahwa, dahulu para pahlawan kemerdekaan berjuang dengan mengangkat senjata, namun saat ini perjuangan kita ialah melawan kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, ketertinggalan, dan berbagai tantangan pembangunan lainnya.

“Sebagai bagian dari NKRI, Kabupaten Luwu memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan, maka dari itu, pembangunan Kabupaten Luwu harus diarahkan untuk mewujudkan visi masyarakat yang semakin sejahtera, bangkit lebih cepat, berkarakter, dan berbasis agribisnis,” tegasnya.

Menurut Bupati, visi dan misi pembangunan Kabupaten Luwu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, namun visi dan misi serta cita-cita bersama seluruh masyarakat Luwu.

“Untuk itu, pemerintah daerah akan terus berupaya menghadirkan pembangunan yang memberikan manfat nyata bagi masyarakat, kita akan terus memperkuat pelayanan dasar, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, membangun dan memperbaiki infrastruktur, meningkatkan konektivitas antar wilayah, serta memperkuat perekonomian masyarakat,” terangnya.

“Selain itu, potensi pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, UMKM, pariwisata, dan berbagai sektor produktif lainnya juga harus dikembangkan sehingga menjadi kekuatan ekonomi daerah, serta memastikan pembangunan berlangsung secara adil dan merata sehingga tidak ada masyarakat Luwu yang merasa ditinggalkan oleh pembangunan,” tambah Bupati Luwu dalam sambutan seragamnya.

Lebih lanjut, Bupati Luwu menjelaskan bahwa, pembangunan yang adil dan merata artinya pembangunan menyeluruh mulai dari kota, kecamatan, desa, wilayah pesisir, pegunungan hingga pelosok Kabupaten Luwu.

“Bagi kita semua, pembangunan bukan sekadar tentang membangun fisik, namun tentang membangun manusia, membangun harapan, dan membangun masa depan daerah yang lebih baik,” terangnya.

Selain itu, Bupati Luwu juga mengatakan bahwa, tantangan pembangunan ke depannya semakin kompleks, perubahan teknologi, transformasi digital, persaingan ekonomi, perubahan iklim dan berbagai perkembangan global.

“Tantangan ini menuntut kita untuk bekerja lebih cepat, lebih kreatif, dan lebih inovatif. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan generasi muda Luwu agar mampu menjadi generasi yang unggul dan mampu menghadapi tantangan tersebut,” ucapnya.

Ia juga memperingatkan bahwa, Kabupaten Luwu memiliki sejarah panjang yang telah melahirkan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Kita mengenal nilai Sipakatau, Sipaka Lebbi, dan Sipakaing, yang mengajarkan kita untuk saling memanusiakan, saling menghormati dan saling menghargai, serta saling mengingatkan dalam kebaikan,” pesan Bupati Luwu.

“Nilai-nilai inilah yang harus terus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sebab daerah yang maju bukan hanya daerah yang pertumbuhan ekonominya tinggi, namun juga daerah yang masyarakatnya memiliki karakter solidaritas dan kepedulian tinggi,” tambahnya.

Tema Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 mengusung tema “Indonesia berdaulat, Adil dan Makmur”. Tema ini mencerminkan tekad untuk membawa Indonesia ke level yang lebih tinggi dalam berbagai aspek kehidupan.

17 Agustus 1945 merupakan titik poin dari waktu ratusan tahun perjuangan rakyat Indonesia melepaskan diri dari belenggu penjajahan hingga memproklamasikan kemerdekaan.

81 Tahun kemerdekaan RI bukan berarti berhenti berjuang. Kemerdekaan merupakan jembaan emas untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia dengan cara melakukan pembangunan di segala bidang, tetap berpegang teguh pada Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa

“Dalam tata kelola pemerintahan, kita mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga di 81 tahun Indonesia Merdeka, kinja pembangunan Kabupaten Luwu berjalan sesuai target dan banyak capaian yang telah diraih,” kata Bupati Luwu.

Di sektor perekonomian, lanjut Bupati dalam sambutan seragamnya, Kabupaten Luwu pada triwulan I tahun 2026 tubuh positif sebesar 7,40%. Inflasi terkendali dengan baik di angka 1,48% pada Juli 2026.

“Demikian halnya pada angka pengangguran yang turut mengalami penurunan dari 4,14% pada 2024 menjadi 3,71% pada tahun 2025. Sementara persentase penduduk miskin turun dari 11,70% tahun 2024 menjadi 10,97% di tahun 2025. Angka kemiskinan ekstrem di tahun 2024 menunjukkan angka 2,84% turun menjadi 1,56% di tahun 2025,” ungkapnya.

Pada prevalensi stunting kata Bupati Luwu, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), turun dari 23,60% di tahun 2024 menjadi 22,06% di tahun 2025. Capaian-capaian ini merupakan buah dari kerja keras seluruh elemen yang terus saling mendukung untuk meningkatkan kinerja pembangunan daerah Kabupaten Luwu.

“Tanpa bantuan dan dukungan serta kerja keras kita semua, seluruh elemen masyarakat Luwu, maka apa yang kita cita-citakan yakni Luwu Bangkit Lebih Cepat, hanyalah sebuah slogan kosong,” ucapnya.

Di akhir Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat kecamatan itu, Bupati Luwu dalam sambutan seragamnya mengajak seluruh masyarakat Luwu menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk memperbaharui tekad dan memperkuat pengabdian.

Bekerja dengan tulus, melayani dengan sepenuh hati, dan membangun dengan semangat persatuan. Kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan amanah besar yang harus terus dilanjutkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *