LUWU- Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk jabatan Kepala Dinas lingkup pemerintah Kabupaten Luwu disebut-sebut “gaptek” atau gagap teknologi, Jumat (29/05/2026).
Salah satu dari 14 peserta selter yang dilaksanakan pada 7 Mei 2026 mengungkapkan bahwa, salah seorang pejabat yang saat itu turut mengikuti uji kompetensi dan assessment di UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi tidak dapat mengoperasikan komputer.
“Kalau yang mantan camat Walenrang Utara itu (Kasmal) saat tes kompetensi tidak bisa gunakan komputer,” ungkap salah satu peserta selter JPT yang meminta namanya agar tidak dipublikasikan.
“Saya menyaksikan sendiri, ia mengangkat tangan memohon agar diberikan kertas jawaban dan alat tulis. Dan diberikan oleh tim assesor perempuan, sebab saat itu yang boleh berada di dalam ruangan IT tempat uji itu hanya tim assesor,” tambahnya.
ASN tersebut juga mengatakan bahwa, selain tidak dapat mengoperasikan komputer, peserta yang dimaksud juga tidak mengerti tentang sektor perikanan yang merupakan jabatan yang dilamar saat pengumuman selter dibuka.
“Saat uji kompetensi itu, kami ada lima orang berhadapan langsung dengan Pansel, jadi sekali uji itu ada lima peserta. Nah saat wawancara ini, peserta tersebut kelihatan tidak mengerti tenatng sektor perikanan,” bebernya.
Sementara, Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Luwu, Muhammad Arsyad saat dikonfirmasi terkait kegaptekan salah satu peserta tersebut menyebut bahwa penilaian selter sepenuhnya dilakukan oleh tim assesor.
“Kalau soal itu saya tidak tahu pasti, sebab penilaian itu sepenuhnya dilakukan oleh tim assesor Pansel,” katanya.
Untuk pelantikan empat jabatan Eselon II hasil selter JPT Pratama Kepala Dinas Lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu ini dijadwalkan akan berlangsung hari ini (Jumat, 29/05/2026) sore.
Sekadar diinformasikan, nama Kasmal, S.Pd., M. Pd diumumkan lolos seleksi tiga besar seleksi terbuka JPT Pratama dalam surat dengan Nomor:800/18-PANSEL/BKPSDM/V/2026 meski salah satu peserta saat itu melihat langsung bahwa yang bersangkutan tidak mampu mengoperasikan komputer dan diduga tidak paham sektor perikanan.
Nama Kasmal sendiri masuk dalam tiga besar sebagai calon kepala Dinas Perikanan lingkup pemerintah Kabupaten Luwu.
Lolosnya Kasmal sebagai salah satu calon Kepala Dinas Perikanan menuai polemik dan pertanyaan di internal ASN sehingga memantik berbagai pertanyaan terkait validasi, objektivitas, dan transparansi proses verifikasi berkas yang dilakukan oleh tim pansel.
Selain itu, kredibilitas pemerintah Kabupaten Luwu dalam mengisi jabatan strategis untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparani, berbasis kompetensi, kemampuan manaherila, integritas, dan kapasitas kepemimpinan ASN dalam mendukung program pembangunan daeran dan pelayanan pubklik juga dipertanyakan. (*)












