KesehatanNasional

BGN akan Mengalihkan Fokus pada Peningkatan Kualitas Pelaksanaan Program MBG

×

BGN akan Mengalihkan Fokus pada Peningkatan Kualitas Pelaksanaan Program MBG

Sebarkan artikel ini
rapat konsolidasi pimpinan bgn e1780816893515
Konferensi pers Pimpinan Badan Gizi Nasional,kini mengalihkan fokus pada peningkatan kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

JAKARTA- Baru dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang menyatakan tidak lagi memprioritaskan pencapaian target 82,9 juta penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ini, Minggu (07/06/2026).

“Lembaga kini mengalihkan fokus pada peningkatan kualitas pelaksanaan program dan kebijakan ini telah disampaikan kepada Presiden saat melakukan pertemuan bersama pimpinan BGN lainnya,” kata Nanik.

Nanik menjelaskan, saat bertemu Presiden ia dan dua wakil Kepala BGN menyampaikan bahwa tahun 2026 pihaknya tidak lagi mengejar kuantitas.

“Namun kami akan perbaiki kualitas, sehingga dapat jadi kami tidak lagi mengejar ke 82 juta, namun bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan manakan yang bergizi,” terangnya dalam konferensi pers usai melakukan rapat konsolidasi pimpinan BGN di Jakarta Pusat pada Kamis (04/06/2026).

Jadi, lanjut Nanik, fokus utama saat ini ialah melakukan pembenahan dapur MBH yang sudah berjalan agar memenuhi standar kesehatan serta menghasilkan makanan bergizi.

“Dapur yang tidak memenuhi ketentuan dapat dievaluasi bahkan disuspensi sementara. Selain itu BGN juga akan mempekuat pelatihan sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam pengelolaan dapur MBG untuk meningkatkan kualitas layanan,” terangnya.

Menurut Nanik, penyesuaian kebijakan ini juga diikuti dengann perubahan sasaran penerima manfaat program. Nantinya BGN akan memprioritaskan kelompok yang dianggap paling membutuhkan terutama ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.

“Yang kita fokuskan adalah ke 3T dan terutama untuk 3B. Berdasarkan masukan dari para ahli gizi dan dokter anak, intervensi gizi paling efektif dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia sekitar 9 tahun atau setingkat sekolah dasar,” bebernya.

Di kesempatan itu, Nanik juga menyampaikan bahwa, BGN saat ini tengah melakukan efisiensi anggaran, termasuk melalui moratorium sementara pembangunan dapur MBG baru.

“Langkah ini dilakukan agar pemerintah dapat lebih fokus memperbaiki dapur yang sudah ada sekaligus memperluas jangkauan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar,” ucapnya.

“Kami concern hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran meskipun sekarang sudat dipotong yaitu tinggal 268, kami berharap bisa menurunkan lagi namun tidak mengurangi sasaran,” tambah Nanik.

Terakhir, Nanik menegaskan bahwa, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima, namun juga dari kualitas layanan serta dampak perbaikan gizi yang dihasilan bagi masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *