LUWU- Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Sabtu (15/08/2026).
Ia menjelaskan bahwa, melalui kebijakan budaya literasi, Pemerintah Kabupaten Luwu berkomitmen untuk menjadikan pengembangan literasi sebagai salah satu prioritas dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
“Melalui kebijakan budaya literasi, kami mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang dapat menumbuhkan kemampuan membaca. Berpikir kritis, berkreasi, dan menghasilkan gagasan positif bagi masa depan generasi muda,” terang Dhevy Bijak.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, lanjut Wakil Bupati, pemerintah menghadirkan gerakan 1 siswa, 1 buku, 1 bulan sebagai upaya membangun kebiasaan membaca secara konsisten di kalangan peserta didik.
“Gerakan ini tidak hanya mengajak siswa untuk menyelesaikan bacaan dalam satu bulan, namun juga membangun kemampuan memahami informasi, merefkleksikan pengetahuan, dan mengembangkan karakter pembelajaran hayat,” ungkapnya.
“Kami terus memperkuat pesan sekolah guru, perpustakaan, dan seluruh elemen agar budaya literasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kami percaya bahwa, generasi yang gemar membaca adalah generasi yang memiliki wawasan luas, kreativitas tinggi, dan memiliki kesiapan menghadapi tantangan zaman,” tambah Dhevy Bijak.
Terakhir ia mengajak seluruh elemen agar mendukung program gerakan literasi sebagai investasi besar bagi masa depan daerah Kabupaten Luwu.
“Oleh karena itu, mari kita bersama-sama mendukung literasi budaya membaca ini, sebab satu buku yang dibaca oleh siswa adalah langkah kecil yang akan melahirkan langkah besar bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah kita,” tandasnya. (*)













