DaerahHeadline

Dianggarkan Rp498 Juta Melalui APBDes, Warga Laporkan Kades Kurusumanga ke Kejaksaan Negeri Luwu

×

Dianggarkan Rp498 Juta Melalui APBDes, Warga Laporkan Kades Kurusumanga ke Kejaksaan Negeri Luwu

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 01 12 at 14.01.45 e1768201373699
Jembatan Pelangi wisata sawah yang dianggarkan sebanyak dua kali dengan total anggaran seberas Rp498 juta dari APBDes Desa Kurusumanga.

LUWU- Selain tuntut transparansi pengelolaan anggaran Dana Desa, masyarakat Desa Kurusumanga juga menentut transparansi Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan jembatan pelangi wisata sawah yang dianggarankan di tahun 2020 hingga 2021, Senin (12/01/2026).

Menurut warga, pembangunan jembatan pelangi untuk wisata sawah di desa tersebut tidak berlandaskan asas manfaat dan terkesan hanya membuang-buang anggaran dana desa.

“Anggaran sama hasil pembangunannya tidak sesuai. Dalam laporan Kades juga tidak ada keterangan lebar bentang dan panjang jembatan yang dibangun untuk wisata sawah,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa, melalui lembaga Law Firm Air & Partners dan diwakili oleh beberapa warga, telah melaporkan Kepala Desa Kurusumanga ke Kejaksaan Negeri Luwu.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Luwu, Andi Ardiaman saat dikonfirmasi membernarkan adanya laporan tersebut.

“Iya sudah masuk, laporannya kami terima sejak pertengahan Desember 2025 lalu, yang dilaporkan adalah Kepala Desa Kurusumanga. Dan saat ini telah berproses,” ungkapnya.

Data yang diterima oleh Redaksi Ritmee.co.id, pembangunan jembatan pelangi wisata sawah di Desa Kurusumanga itu dianggarakan sebanyak dua kali. Awal pembangunannya di tahun 2020 menelan anggaran sebesar Rp.401 Juta dengan keterangan volume 1 unit bersumber dari Pagu Dana Desa.

Kemudian, di tahun 2021, Kepala Desa Kurusumanga, Megawati kembali menganggarkan Wisata sawah sebesar Rp.97 juta dengan keterangan volume 1 LS yang juga bersumber dari Pagu Dana Desa.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Kurusumanga protes dan menuntut transparansi pengelolaan dan alokasi dana desa selama kurang lebih 10 tahun menjabat.

Bahkan, warga desa sempat melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Desa Kurusumanga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *