HeadlineDaerah

Dituding Utamakan Pelansir, SPBU Larompong Tegaskan Justru Lebih Mengutamakan Petani dan Nelayan

×

Dituding Utamakan Pelansir, SPBU Larompong Tegaskan Justru Lebih Mengutamakan Petani dan Nelayan

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 08 24 at 15.53.25 e1787560676639
Tidak ada antrean panjang,pengawas SPBU Larmpong bantah tudingan lebih melayani para pelangsir.
58 / 100 Skor SEO

LUWU- Beredar informasi yang disebar luaskan oleh salah satu media online dan sosial media terkait dugaan pelayanan SPBU 74.919.03 Larompong, Kabupaten Luwu terkait dugaan pelayanan di SPBU tersebut yang lebih mengutamakan pelansir dibandingkan masyarakat, Senin (24/08/2026).

Dengan adanya informasi yang beredar itu, pihak pengelola SPBU yang dimaksud dengan tegas membantah. Menurut pengawas SPBU Larompong, Ramdani pemberitaan salah satu media online dengan judul “Diduga ‘Kebal Hukum’, SPBU Larompong Utamakan Pelansir Daripada Warga” tidak benar.

“Pemberitaan yang dimuat oleh salah satu media online pada 24 Agustus 2026 itu tidaklah benar, dan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Kami justru memprioritaskan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari, khususnya petani dan nelayan,” katanya.

Ramdani menambahkan bahwa, di bulan Agustus 2026 ini, justru banyak oknum yang mengaku sebagai wartawan ataupun LSM yang melintas dan meminta agar kendaraannya diisikan BBM, bahkan ada yang meninta uang jalan.

“Selama ini kami sudah memaklumi jika hanya meminta kendaraannya diisikan BBM, namun kalau sudah meminta uang tentu kami tidak berikan. Bahkan selama Agustus ini banyak yang mengaku wartawan dan LSM, dan ketika mereka meminta uang namun tidak kami berikan mereka malah marah,” katanya.

Ramdani meyakini bahwa, pemberitaan tersebut merupakan sentimen dari oknum tersebut sebab permintaan uang jalan tidak diberikan.

“Lagian SPBU tidak pernah kosong, oknum ini juga memberitakan hal itu tanpa konfirmasi. Kami sangat menyesalkan adanya pemberitaan seperti itu, kami juga tidak pernah alergi dengan wartawan ataupun LSM,” tandasnya.

Diinformasikan, pemberitaan terkait SPBU Larompong di salah satu media online tersebut menuliskan bahwa, pendistribusian bahan bakar bersubsidi SPBU yang dimaksud dinilai tidak adil bagi orang-orang yang mengantre.

Media online tersebut juga menuding SPBU Larompong lebih memprioritaskan pelansir dibanding pembeli yang telah lama menunggu giliran dalam antrean sehingga mengakibatkan antrean panjang.

Pemberitaan media tersebut justru berbanding terbalik dengan fakta di lokasi SPBU Larompong, dari pantauan awak media, tidak ada antrean panjang seperti yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *