Nasional

Dua Peserta Program SPPI Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia

×

Dua Peserta Program SPPI Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
images 3 e1782291960174
Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026. (ft/ilustrasi).
55 / 100 Skor SEO

JAKARTA- Dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 dikabarkan meninggal dunia, Kamis (24/06/2026).

Keduanya dikabarkan meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan Pendidikan TNI. Perseta atas nama Anisa Muyassroh dilaporkan meninggal saat mengikuti Pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan.

“Berdasarkan keterangan media, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di fasilitas Kesehatan satuam sebelum dirujuk ke rumah sakit. Yang bersangkutan meninggal akibat heat stroke pada 18 Juni,” kata Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Siraait dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (23/06) kemarin.

Peserta lain Bernama Yonand Muhammad Taufiq yang mengikuti Pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026.

“Keterangan medis dari Yonanda menyatakan yang bersangkutan meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung). Perlu kami sampaikan bahwa sebelum mengikuti program, kedua peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan Kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti rangkaian Pendidikan,” kata Rico.

Menyikapi hal itu, lanjut Rico Kementerian Pertahanan bersama TNI telah memberikan pendampingan kepada keluarga kedua peserta serta memastikan seluruh proses penanganan dilakansakan sesuai prosedut yang berlaku.

“Kemenhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara Pendidikan saat ini telah melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaran program, termasuk mekanisme kesehatan, pengawasan medis, penanganan peserta dengan kondisi kesehatan khusus, serta system komunikasi dan pelaporan,” terangnya.

Rico juga mengatakan bahwa SPPI merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki disiplin, integritas, kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan semangat pengabdian untuk mendukung pembangunan nasional melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

“Keikutsertaan peserta dalam program ini dilaksanakan secara sukarela sesuai mekanisme seleksi yang telah ditetapkan, sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung Pembangunan nasional dan penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia,” katanya.

Kementerian Pertahanan sendiri lanjut Rico, menegaskan keselamatan dan kesehatan peserta merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan program ini.

“Setiap masukan, evaluasi, dan pembelajaran dari pelaksanaan kegiatan akan menjadi dasar penyempurnaan program ke depan agar berlangsung semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *