LUWU- Pasca perkelahian antar kelompok pemuda hingga kembali memicu ketegangan pada pada Selasa malam, 5 Mei 2026 di wilayah Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Personel Kompi 3 Batalyon D Pelopor, bersama personel Posek setempat dan Samapta Polres Luwu mengamankan 19 orang pemuda diduga terlibat dalam perkelahian tersebut, Rabu (06/05/2026).
Danton 2 Kompi 3 Batalyon D Pelopor yang dipimpin oleh Aiptu Haswanto mengatakan bahwa, saat melakukan penyisiran, personel gabungan berhasil mengamankan sekelompok pemuda di Dusun Padang, Desa Puty, Kecamatan Bua.
“Di Dusun Padang, ini personel berhasil mengamankan sekelompok pemuda yang diduga terlibat aksi perkelahian serta mengamankan sejumlah barang bukti berupa ketapel busur, tombak, parang, petasan rakitan, hiingga senjata tajam lainnya jenis samurai,” kata Aiptu Haswanto.
Setelah melakukan penyisiran di Dusun Padang, lanjut Danton 2 Kompi 3, personel gabungan kemudian menyisir Dusun Labokke. Saat di Dusun Labokke, kelompok pemuda yang diduga terlibat perkelahian melarikan diri.
“Dusun Labokke ini personel kembali menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan saat perang kelompok, sementara kelompok pemuda di Dusun Labokke ini terlebih dulu melarikan diri sebelum personel tiba di lokasi,” ungkapnya.
Aiptu Haswanto mengungkapkan bahwa, setelah melakukan penyisiran di dua lokasi itu, personel gabungan kemudian melakukan pengembangan hingga berhasil menemukan pelaku pembusuran yang menyebabkan satu warga Kecamatan Ponrang yang melintas menjadi korban luka pembusuran.
“Di rumah salah satu terduga pelaku pembusuran ini personel juga mengamankan barang bukti. Sementara terduga pelaku sudah lebih dulu melarikan diri,” ungkapnya.
“Temuan puluhan barang bukti ini mengindikasikan bahwa aksi bentrokan tersebut tidak terjadi secara spontan, melainkan telah dipersiapkan sebelumnya,” tandas Danton 2 Kompi 3 Batalyon D Pelopor.
Sementara Kapolsek Bua, AKP PY. Catur Suhendra mengarahkan seluruh personel untuk bertindak tegas namun tetap humanis dalam mengendalikan situasi kamtibmas yang kondusif.
“Saat ini situasi related aman dan terkendali, namun kami tetap mewaspadai potensi aksi balasan dari kelompok yang terlibat. Bentrokan ini dipicu oleh kesalahpahaman antar pemuda yang kemudian berkembang menjadi konflik terbuka lalu diperparah dengan kuatnya solidaritas kelompok serta minimnya kontrol sosial,” ucapnya.
Menurut AKP Catur, respon cepat dan terukur yang dilakukan oleh personel gabungan dinilai berhasil meredam eskalsi konflik pada tahap awal. Kedepan kata dia, aparat akan mengambil langakpreventid seperti peningkatan patrol skala besar.
“Selain itu, kepolisian akan melakukan patrol dialogis di sejumlah titik rawan, khususnya di Dusun Padang dan Dusun Labokke. Langkah preventif ini akan terus digencarkan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut,” ucapnya.
Perhatian khusus dari langkah preventif ini, lanjut Kapolsek Bua, yaitu tertuju pada keterlibatan sejumlah pelaku yang masih berstatus pelajar dan mereka yang berusia remaja.
“Hal ini menjadi alaram bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua, pihak sekolah, dan tokoh masyarakat agar terus meningkatkan pembinaan serta pengawasan terhadap generasi muda,” tuturnya.
“Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, di masa mendatang, situasi kamtibmas di Kecamatan Bua diharapkan tetap aman, kondusif, dan terhindar dari konflik serupa di masa,” tandasnya.
Sekadar diinformasikan, saat ini 19 terduga pelaku perkelahian antar kelompok pemuda antar dusun dan puluhan barang bukti berbagai jenis senjata kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Unit Reserse dan Kriminal.
Sebelumnya dilaporkan, Jumsar (26), warga Kecamatan Ponrang mengalami luka akibat terkena anak busur. Anak busur tersebut tertancap di bagian punggung sebelah kanannya setelah melintas di sekitar Bandara ILaga Ligo Bua pada Selasa (05/05/2026) malam.
Akibat luka tersebut, Jumsar dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. (*)












