KOLAKA- Terima kunjungan perwakilan masyarakat adat Tamalaki, PT Vale berkomitmen membangun hubungan yang terbuka dan saling menghormati dengan masyaraka lokal serta menjadikan hal tersebut sebagai bagian penting dari PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Kabupaten Kolaka, Rabu (12/08/2026).
Kunjungan masyarakat adat Tamalaki itu dilaksanakan pada Selasa 11 Agustus 2026 dan berlangsung hangat sebagai ruang dialog dan kemitraan untuk memperkuat sinergi menjaga keberlanjutan sosial-ekonomi di Wonua Mekongga.
Ketua Umum Tamalaki Wuta Kalosara Sulawesi Tenggara, Mansiral Usman di kesempatan itu menyampaikan bahwa kehadiran berbagai perwakilan masyarakat adat Tamalaki dalam satu forum bersama PT Vale merupakan momen penting.
“Hal ini mencerminkan adanya semangat bersama untuk menjaga iklim investasi yang baik di Kabupaten Kolaka. Ini juga menjadi bagian penting bagi kami, sebab tiga unsur utama masyarakat adat Tamalaki bisa hadir bersama dalam semangat yang sama. Kami berterima kasih dan menyatakan dukungan penuh terhadap investasi yang dilakukan PT Vale di Wonua Mekongga ini,” ucap Mansiral.
Menurut Mansiral, kehadiran PT Vale telah membawa dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam membuka peluang kerja dan mendorong aktivitas ekonomi lokal. Oleh karena itu, ia berharap hubungan yang telah terbangun dapat terus dirawat agar manfaat investasi semakin dirasakan oleh masyarakat di daerah.
Senada dengan itu, Ketua Umum Forum Swadaya Masyarakat Daerah atau Forsda Jabir Lahukuwi. Ia juga menegaskan bahwa, investasi yang telah berjalan di Kabupaten Kolaka perlu dijaga bersama, sebab menyangkut kepentingan masyarakat dan masa depan pembangunan daerah.
“Sesungguhnya kami ingin menyelamatkan investasi di Kabupaten Kolaka, jika investasi ini gagal, yang rugi kita semua. Sumber daya alam kita sudah dibuka, jadi jangan sampai investasi itu ditutup,” tegasnya.
Selain menyampaikan dukungan, para perwakilan masyarakat adat Tamalaki juga membawa sejumlah masukan konstruktif kepada PT Vale yang mencerminkan harapan agar kehadiran perusahaan tidak hanya mendorong pertumbuhan investasi, namun juga ikut menghadirkan nilai tambah sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Menanggapi dukungan dan aspirasi tersebut, Director of Project IGP Pomalaa PT Vale, Mohammad Rifai turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh perwakilan masyarakat adat Tamalaki yang telah hadir dan mengambil peran dalam menjaga suasana investasi yang kondusif.
“Dukungan masyarakat ini merupakan bagian penting dalam memastikan proyek dapat berjalan dengan baik dan memberi manfaat jangka Panjang bagi daerah. Kami juga menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat adat, terutama terkait kesiapan tenaga kerja lokal, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat,” ucap Rifai.
Menurut Rifai, hubungan antara perusahaan dan masyarakat perlu terus dijaga melalui komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan berorientasi pada kepentingan bersama.
“Kami menyambut baik aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan ini. Masukan tersebut menjadi bagian penting dari dialog yang terus kami bangun bersama masyarakat dan pemangku kepentingan,” ucapnya.
Selain itu, Rifai juga mengajak generasi muda Kolaka untuk mulai mempersiapkan diri agar mampu mengisi peluang kerja seiring perkembangan dan kebutuhan proyek. Menurut dia, kesiapan sumber daya manusia lokal menjadi bagian penting agar manfaat investasi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
“Kami juga mendorong generasi muda Kolaka untuk terus mempersiapkan diri dan meningkatkan kompetensi, sehingga memiliki kesiapan untuk mengambil bagian dalam peluang yang terbuka sesuai kebutuhan dan tahapan proyek,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa, kunjungan perwakilan masyarakat adat Tamalaki tersebut menjadi penanda penting bahwa harmoni antara perusahaan dan masyarakat merupakan fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan di Wonua Mekongga.
“Sebagai bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) PT Vale akan terus menempatkan keberlanjutan, tata kelola yang baik, dan keterlibatan pemangku kepentingan sebagai bagian penting dari perjalanan investasi perusahaan,” tandas Rifai.
Dengan persepsi yang semakin selaras, dialog yang terbuka, dan kemitraan yang saling menghormati, kehadiran PT Vale di Kabupaten Kolaka diharapkan terus berkontribusi pada terciptanya iklim investasi yang kondusif serta keberlanjutan sosial-ekonomi bagi masyarakat lokal.
Kunjungan itu sendiri, diikuti 26 organisasi adat Tamalaki yang tergabung dalam tiga unsur besar yakni Gabungan Aliansi, Poros Tengah, dan Formakom.
Pertemuan itu juga menjadi ruang untuk menyatukan persepsi mengenai pentingnya menjaga suasana yang kondusif bagi investasi, sekaligus memastikan manfaat sosial-ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
Tiga hal utama menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut yakni;
Pertama, pemberdayaan tenaga kerja lokal. Masyarakat adat Tamalaki berharap, keterlibatan tenaga kerja lokal dapat terus diperluas, terutama melalui perusahaan mitra dan kontraktor PT Vale.
Dengan demikian, masyarakat Kolaka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengambil bagian dalam peluang kerja yang tumbuh seiring perkembangan proyek.
Kedua, dukungan terhadap pendidikan. Penyediaan akses beasiswa bagi generasi muda darah dinilai penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia lokal yang lebih siap, terampil, dan mampu bersaing.
Harapan ini sejalan dengan kebutuhan jangka Panjang untuk memastikan anak-anak muda Kolaka memiliki kesempatan mengisi berbagai peran penting di masa depan.
Ketiga, penguatan program pengembangan masyarakat. Para perwakilan masyarakat adat berharap, program Corporate Social Responsibility atau CSR dapat terus diarahkan untuk mendukung pemberdayaan sosial, penguatan kapasitas organisasi adat, serta pengembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kolaka. (*)












