HeadlineDaerahLingkungan Hidup

Kadis Pendidikan Luwu akan Berikan Sanksi Terhadap Pihak SMP Negeri 1 Tanete

×

Kadis Pendidikan Luwu akan Berikan Sanksi Terhadap Pihak SMP Negeri 1 Tanete

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2026 10 02 150751
Kapala Dinas Pendidikan Luwu, Andi Palanggi turun langsung meminta klarifikasi video sejumlah siswi SMP Negeri 1 Tanete, Walenrang Timur menyanyikan lagu rohani.
59 / 100 Skor SEO

WALMAS- Sebuah video menampilkan sejumlah siswi berseragam SMP viral di media sosial. Video amatir berdurasi 57 detik itu menimbulkan kegaduhan sebab menampilkan paduan suara siswa-siswi mengenakan jilbab/kerudung sambil menyanyikan lagu rohani agama non-muslim, Jumat (02/10/2026).

Dalam video itu, sejumlah siswi yang diketahui merupakan murid dari SMP Negeri 1 Tanete, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu tampak berbaris dalam beberapa saf. Mereka menyanyikan lagu rohani berjudul “Yesusku Luar Biasa” sehingga memicu dugaan, pertanyaan, hingga sorotan terkait pelaksanaan kegiatan tersebut di lingkungan sekolah.

Mengetahui hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi turun langsung untuk meminta klarifikasi kepada pihak sekolah. Langkah itu ditempuh untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya.

“Sebagai langkah awal, kami telah melakukan permintaan klarifikasi kepada pihak sekolah agar mengetahui secara pasti kejadiannya, dan jika terdapat pelanggaran, baik disengaja maupun tidak disengaja akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” katanya, usai mendatangi langsung SMP Negeri 1 Tanete pada Kamis (01/10/2026) kemarin.

Dari hasil permintaan klarifikasi itu, Andi Palanggi menegaskan bahwa, toleransi antar siswa tetap dijaga, namun tidak mencampur adukkan ajaran agama.

“Batasannya harus jelas dalam memberikan pendidikan baik itu untuk agama Islam, maupun Kristen, tidak boleh mencampur adukkan agama. Tidak boleh ada siswa yang ikut serta dalam kegiatan ibadah agama lain,” tegas Kadis Pendidikan Luwu.

Pertemuan itu juga menghadirkan kepala sekolah, guru, hingga aparat desa. Atas beredarnya video tersebut, Kepala SMP Negeri 1 Tanete, Mardi menyampaikan permohonan maaf. Ia menjelaskan bahwa, kegiatan tersebut terjadi secara spontan di rumah duka saat para siswa melayat dan menghadiri pemakaman orang tua dari salah seorang teman mereka.

“Kami memohon dan meminta maaf. Ini murni spontanitas, terjadi di rumah duka pemakaman orang tua salah seorang siswa kami tanpa ada paksaan dari siapa pun,” ucapnya.

Ia juga memastikan, video nyanyian paduan suara dalam video yang beredar itu tidak ada unsur paksaan terhadap siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu Mardi mengaku telah mengingatkan guru sebelum kejadian agar siswa yang beragama muslim tidak ikut menyanyi.

“Sekali lagi saya meminta maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang telah terjadi. Sesuai penjelasan Kadis Pendidikan, ini harus dibedakan. Sebelum kejadian tersebut saya juga suda mewanti-wanti dan berpesan kepada guru-guru agar disampaikan kepada para siswa jangan ada yang ikut menyanyi selain siswa-siswi beragama Kristen,” ungkapnya.

Sebelumnya, video tersebut juga mendapat tanggapan dari Ketua MUI Kabupaten Luwu, M. Anang Ismail. Ia berharap peristiwa tersebut merupakan muri ketidaktahuan dan tidak ada paksaan bagi siswi yang beragama Islam. Ketua MUI juga mendorong pembinaan akidah peserta didik agar lebih diperkuat lagi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *