Kinerja Sehat, PAM TM Palopo Terus Maksimalkan Layanan

  • Whatsapp
Direktur Operasional PAM TM Kota Palopo H Hamid SN, ST.,M.Si
8

PALOPO – Perumda Air Minum Tirta Mangkaluku (PAM-TM) Kota Palopo sudah 17 tahun melayani pelanggan. Seiring dengan perkembangan zaman, PAM TM Palopo juga terus berupaya meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Direktur Operasional PAM TM Kota Palopo H Hamid SN, ST.,M.Si mengatakan saat ini membawahi tiga Bagian yang terus dimaksimalkan.

Bacaan Lainnya

Bagian itu diantaranya adalah Bagian Produksi dan laboratorium, Bagian Distribusi dan penanggulangan kehilangan air serta Bagian Hubungan langganan.

Kinerja Perumda PAM TM Palopo khususnya di Bidang operasional berjalan sebagaimana Visi dan Misi Perusahaan dan berdasarkan indicator kinerja Badan Peningkatan Pendukung Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPP SPAM) tahun 2019 dengan kategori “Sehat” dan mendapat predikat Baik sesuai indicator kinerja Kemendagri.

Kinerja tersebut berdasarkan hasil Audit BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan 3 tahun terakhir yang meliputi aspek pelayanan dan aspek operasional.

Hamid menjelaskan, aspek pelayanan yang dimaksud meliputi cakupan pelayanan teknis, pertumbuhan pelanggan, Penyelesaian pengaduan, kualitas air pelanggam kemudian konsumsi air domestik untuk pelanggan. Kemudian untuk aspek operasional meliputi rasio produksi, tingkat kehilangan air (NRW), jam operasi layanan, tekanan air pada setiap sambungan pelanggan, kemudian penggantian atau kalibrasi meter air pelanggan.

“Ini semua ada angkanya berdasarkan hasil audit. Seperti cakupan pelayanan teknis tahun 2018 sebesar 70 % dan tahun 2019 meningkat menjadi 84,48 dari jumlah penduduk kota Palopo yang mencapai 184.886 jiwa. Lalu pertumbuhan pelanggan, kita raih 15,02 persen atau jumlah pelanggan bertmbh 15 persen dari tahun sebelumnya,” jelas Hamid.

Pihaknya, lanjut Hamid akan terus berupaya menambah jumlah pelanggan. Namun memang diakuinya ada beberapa kelurahan yang belum bisa dilayani hingga saat ini.

“Yang sudah punya akses perpipaan tetap kita layani. Tapi Kelurahan yang belum punya akses perpipaan seperti kelurhan Battang Barat, kelurhan Battang, kelurahan Kambo dan sebagian kelurahan Latuppa. Lalu kelurahan Sumarmbu dan Padang Lambe. Namun untuk dua kelurahan ini (Padang Lambe dan Sumarambu) telah terpasang jaringan pipa distribusi. tinggal kelengkapan pipa tertier, dan itu akan kita usulkan ke pemkot melalui dinas PUPR,” terang Hamid.

Dari segi penyelesaian aduan, juga berdasarkan hasil audit tahun 2019 hampir semua terselesaikan. Total aduan saat itu mencapai 11.294 dan terselesaikan sebanyak 11.213 aduan atau 99,55 persen aduan telah dituntaskan.

“Ada sedikit yang tidak terselesaikan, itu karena masuk di akhir tahun sehingga tidak sempat sehingga dilaksanakan diawal tahun berjalan” beber Hamid.

Dari aspek operasional khusunya terkait dengan tingkat kehilangan air, juga mengalami penurunan. Hasil audit tahun 2018, jumlah kehilangan air mencapai 37,51 persen. Dan mengalami penurunan di tahun 2019 menjadi 34,61 persen. Upaya terus mengurangi kehilangan air ini dilakukan dengan berbagai cara.

“Untuk mengurangi tingkat kehilangan air, kita buat zooning di daerah pelayanan, memasang Distric Meter Area (DMA) guna untuk lebih mengetahui di mana daerah penyumbang terbesar kehilangan air, Kemudian aktif memantau kebocoran fisik seprti kebocoran pipa dijalan, baik pipa induk, pipa Distribusi, pipa tertier termasuk pipa pelanggan sebelum water meter. Dan Non fisik seperti mem perketat pengawasan meter, pencurian air, illegal konek dan ilegas konsumsi dan juga menugaskan pegawai untuk melakukan patroli,” tutup Hamid. (asm)

Pos terkait