Jakarta- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan mutasi besar-besaran. Sebanyak 1.121 personel perwira tinggi dan perwira menengah dimutasi, Jumat (26/06/2026).
Kebijakan ini mencakup rotasi, promosi, dan pengukuhan jabatan yang bertujuan menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan dinamika tugas dan tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Dari total 1.121 personel yang dimutasi, sebanyak 748 yang menapatkan promosi atau perpindahan jabatan setara. Jabatan strategis yang mengalami pergantian antara lain Kepala Pusat dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri, serta dua Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) yakni Kapolda Aceh dan Kapolda Papua Barat Daya.
Mutasi juga terjadi pada jabatan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda). Tiga Wakapolda yang dimutasi ialah Wakapolda Banten, Maluku, dan Papua Barat Daya.
Selain itu, Kapolri juga melakukan promosi terhadap 190 jabatan Kapolres/Ta/Metro/Tabes dan membentuk satu Polresta baru di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), empat Polres Tipe D baru, serta meningkatkan status depalan Polres Tipe D menjadi Polresta.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahawa mutasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi yang penting untuk meningkatkan profesionalisme dan kapasitas kepemimpinan dalam Polri.
“Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, pengayoman, kepada masyarakat,” terangnya.
Sementara pembentukan dan peningkatan tipe satuan kewilayahan kata Brigjen Pol Trunoyodo merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan perkembangan wilayah dan tantangan kamtibmas yang semakin dinamis,” ujarnya.
Mutasi kali ini, Kapolri juga memberikan ruang lebih luas bagi 45 personel Polisi Wanita (Polwan) yang memperoleh promosi jabatan termasuk 17 yang dipromosikan menjadi Kapolres setingkat IIIA2.
“Peningkatan peran Polwan dalam jabatan strategis menunjukkan komitmen Polri terhadap pengembangan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan berbasis kompetensi tanpa membedakan gender,” ungkap Brigjen Pol Trunoyudo.
Selain itu, kata Brigjen Pol Trunoyudo, mutase kali ini juga meliputi pengukuhan jabatan terhadap delapan personel, penempatan jabatan bagi 68 lulusan Dikbangti dan S3 STIK, serta pemberangkatan 37 personel untuk mengikuti Pendidikan pengembangan dan Pendidikan manajemen tahun anggaran 2026.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa, seluruh kebijakan mutasi ini didasarkan pada kebutuhan organisasi, system merit, dan evaluasi kinerja yang berkelanjutan.
“Melalui mutasi ini, seluruh personel yang mendapatkan amanah jabatan diharapkan dapat segera beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi serta masyarakat,” tandasnya. (**)












