FEATURE- Lebih dari dua bulan mendampingi sang suami yang mendapat tugas sebagai Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Ny. Peppy Andrias tak hanya diam sembari memberikan perintah sebagai Ketua Bhayangkari Cabang Luwu.
Namun ia hadir dengan empati, menyapa, merawat, menunjukkan kepedulian, dan turun langsung ke tengah masyarakat. Belum lama ini, Ny. Peppy bersama sang suami AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo berkunjung ke rumah keluarga Nirwana.
Melalui kegiatan “Bhayangkari Peduli”, Ny. Peppy Andrias menepis kegiatan seremoni penyerahan bantuan yang dilaksanakan pada Rabu 14 Oktober. Di tangan Peppy, kegiatan itu menjadi jembatan emosional antara keluarga besar Polri dan masyarakat.
Bersama pengurus Bhanyangkari Cabang Luwu, ia menyalurkan bantuan sosial, menyapa satu per satu masyarakat, mendengarkan cerita, menatap mata warga yang selama ini mungkin hanya melihat Polri dari jauh, dari sisi lain sebagai penegak hukum.
Mengunjungi Nirwana, Mengetuk Hati
14 Oktober 2026, Ny. Peppy Andrias mendampingi sang suami, AKBP Andrias melangkah keluar dari gerbang Mapolres Luwu. Tujuannya ialah sebuah rumah berdinding papan di Lingkungan Batu Murrung, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa.
Rumah itu milik keluarga Nirwana. Seorang ibu dengan bayi yang baru lahir. Kisahnya sempat viral sebab tinggal di rumah tak layak huni. Atap bocor, dinding papan yang sudah lapuk, dan suami yang sedang sakit dan tak bisa lagi bekerja sebagai tukang batu.
Kehadiran Ny. Peppy Andrias di rumah itu mengubah suasana. Tidak ada jarak antara pejabat dan warga. Ia duduk, berbincang dengan Nirwana, menggendong rasa khawatir seorang ibu kepada ibu lainnya.
Sebagai seorang ibu dan sebagai Ketua Bhayangkari, Ny. Peppy memahami betul beratnya mengurus rumah tangga dalam keterbatasan, apalagi dengan anak yang masih bayi.
Dalam momen itu, Bhayangkari tidak hadir sebagai organisasi istri polisi. Ia hadir sebagai sesama perempuan, sesama ibu, yang peduli.
“Bhayangkari Peduli ini adalah wujud ketulusan kami. Kami ingin masyarakat tahu bahwa kami ada bersama mereka, tidak hanya saat menjaga keamanan, tapi juga saat mereka membutuhkan uluran tangan,” begitu pesan yang selalu ditekankan Ny. Peppy dalam setiap kegiatan sosialnya.
Peran Ketua Bhayangkari Cabang Luwu dalam kegiatan ini sangat sentral. Ia bukan hanya mengkoordinir bantuan, tapi memastikan bantuan itu sampai dengan cara yang bermartabat, dengan senyum dan empati.
Lebih Dari Sekadar Bantuan
Bagi keluarga Nirwana, kunjungan itu adalah dukungan moral yang besar. Bahwa di tengah kesulitan, ada yang datang melihat langsung, mendengar langsung, dan peduli.
Kehadiran Kapolres bersama Ketua Bhayangkari menjadi simbol kuat bahwa Polri dan Bhayangkari berjalan beriringan. Satu menjaga keamanan, satu lagi merawat sisi kemanusiaannya.
Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”. Tagline itu bukan sekadar tulisan di spanduk. Di Luwu, maknanya dihidupkan oleh sosok-sosok seperti Ny. Peppy Andrias yang menjadikan kepedulian sebagai kerja nyata.
Melalui Bhayangkari Peduli, Ny. Peppy Andrias menunjukkan bahwa kekuatan Bhayangkari ada pada kepekaannya terhadap isu sosial, pada kemampuannya menjadi penggerak solidaritas, dan pada ketulusannya untuk hadir di garis terdepan saat warga membutuhkan.
Polres Luwu bersama Bhayangkari Cabang Luwu berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Karena pada akhirnya, keamanan bukan hanya soal bebas dari kejahatan, tapi juga soal rasa aman karena tahu ada yang peduli.
Dan kemarin, di sebuah rumah papan di Senga, rasa aman itu dihadirkan oleh seorang Ketua Bhayangkari. (*)












