Pemuda dan Mahasiswa Wajo di Palopo Deklarasikan Organisasi Gepmawa

Sejumlah mahasiswa Wajo di Palopo mendirikan organisasi Gepmawa, Senin (27/3/2023).

PALOPO — Pemuda dan mahasiswa Wajo melakukan musyawarah luar biasa Se-Luwu Raya dengan mengusung Tema “Arah Baru Pemuda dan Mahasiswa Wajo” bertempat di Aporia. Id Kota Palopo, Senin (27/3/2023).

Musyawarah ini bertujuan untuk mendirikan sebuah wadah organisasi kedaerahan bagi pemuda dan mahasiswa Wajo yang sedang menempuh pendidikan dan berkarir di kota Palopo.

Bacaan Lainnya

Dalam musyawarah itu, Aqmul Aqza terpilih sebagai ketua umum.

“Dengan terlaksananya musyawarah luar biasa sebagai awal terbentuknya wadah untuk pemuda mahasiswa Wajo. Harapannya, dengan terbentuknya GEPMAWA di Palopo akan menjadi lokomotif munculnya intelektualitas, pengembangan skill, dan pelestarian budaya kearifan lokal di kabupaten Wajo,” tegas Aqmul Aqza.

“Semoga dengan terbentuknya GEPMAWA dapat menjadi wadah baru bagi teman-teman pemuda dan mahasiswa Wajo di kota Palopo untuk mengamankan potensi pengetahuan maupun skill, dan kembali membangun daerah terkhususnya di kabupaten Wajo” sambung Presidium Sidang, Syamsu Rijal.

Organisasi ini akan bergerak pada bidang pengembangan diri, pendampingan sosial kemasyarakatan dan pelestarian kebudayaan.

Sementara itu, Dewan Pembina Gepmawa, Usman Abdullah berpesan kepada pengurus agar memegang teguh empat dimensi untuk membangun suatu peradaban.

Pertama, dimensi komunikasi yang sangat fundamental harus dimiliki oleh seorang pemuda dan mahasiswa agar menjadi penyambung lidah yang baik lagi bijak bukan sebaliknya. “Pada Bulu Sengeremmu, ada silappammu ruttung’i.

Kedua, dimensi sosial dan politik yang demokratis sebagaimana falsafah To Wajo “Maradeka To Wajoe Ade’na Napopuang.

Ketiga, dimensi moralitas. “Mengenai sikap dan tindakan yang kita lakukan dalam pengembangan organisasi baik di internal maupun di eksternal harus memberi kesan terhadap setiap keputusan yang disepakati,” beber Usman.

“Keempat, dimensi solidaritas, jiwa gotong royong sudah menjadi identitas sosial masyarakat Wajo dari turun temurun. Dengan demikian, spirit inilah yang kita lanjutkan dalam kerja-kerja organisasi,” tandas Usman. (*)

Pos terkait