ACEH, TAMIANG- Pemerintah mulai menyalurkan kurang lebih 1 juta liter air bersih yang diangkut menggunakan 118 mobil tangki berkapasitas 8.000 liter ke sejumlah wilayah yang sumber air bersihnya tercemat akibat banjir di Aceh, Taming, Senin (29/12/2025).
Penyaluran bantuan itu dilakukan secara bertahap selama sepekan guna memastikan kebutuhan warga terdampak banjir terpenuhi. Selain itu, jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak juga berangsur pulih.
Warga yang terdampak banjir bandang kini dapat kembali mengakses informasi, berkomunikasi dengan keluarga, serta mengurus berbagai kebutuhan dasar yang sebelumnya terhambat.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan bahwa upaya pemulihan difokuskan pada kebutuhan paling mendasar masyarakat.
“Hari ini, (Minggu 28/12) kami memberangkatkan bantuan air bersih dan kebutuhan harian warga dari kemkomdigi bersama mitra. Semoga bantuan ini bermanfat bagi keluarga dan saudara-saudara kita di wilayah terdampak, khususnya di Aceh Tamiang,” ujar Meutya saat pelepasan bantuan di bandara Kualanamu, Deli Serdang.
Selain air bersih, kata Muetya, bantuaan yang disalurkan juga meliputi obat-obatan, pakaian, perlengkapan ibadah, tenda dengan fasilitas MCK, serta kebutuhan dasar lainnya.
“Termasuk alat berat dan sumur bor juga kita siapkan untuk membantu pembersihan lumpur dan pemulihan lingkungan permukiman warga. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemkomdigi dengan Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), XLSmart, serta Asosiasi Penyelengara Jasa Internet Indonesia (APJII),” ucap Menkomdigi.
Ia juga menambahkan bahwa, progres pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak telah melampaui 95 persen. Namun dibeberapa daerah seperti Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues, kualitas jaringan masih bergantung pada ketersediaan pasokan listrik dan berada pada kisaran 60 hingga 80 persen.
“Pemulihan jaringan sangat bergantung pada pasokan listrik, namun kami masih terus memantau dan mempercepat pemulihan di beberapa titik-titik tersebut,” terangnya.
Terakhir, Meutya Hafid memastikan, Kemkomdigi akan terus mengawal pemulikan konektivitas agar warga tetap memperoleh informasi darurta, layanan publik berjalan dengan baik, serta komunikasi keluarga tetap terjaga pascabanjir. (*)













