LUWU- Melalui Apel Siaga Bersama dan Pengesahan Desa Tangguh Bencana yang digelar di SDN 476 Makalua, Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Pemerintah Kabupaten Luwu menegaskan 10 desa menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2026, Senin (21/09/2026).
Apel yang digelar pada Minggu (20/09/2026) itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Luwu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, sekaligus meningkatkan kapasitas pemerintah desa dan relawan dalam penanggulangan bencana.
“Kegiatan ini bertujuan menilai kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana, meningkatkan tindakan respons dini dan pemulihan pasca bencana. Desa Tangguh Bencana diharapkan mampu meningkatkan kesiapan masyarakat, baik individu, keluarga maupun komunitas, dalam menghadapi ancaman bencana di wilayahnya,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Luwu, Andi Baso Tenri Esa dalam laporannya.
Di kesempatan itu, Bupati Luwu, Patahudding menegaskan bahwa, apel siaga dan pengesahan Destana bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membangun masyarakat yang siap, tangguh, dan mampu menghadapi bencana.
“Desa harus mampu mengenali risiko bencana di wilayahnya, melakukan pencegahan dan mitigasi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mampu merespons dan memulihkan diri ketika bencana terjadi,” katanya.
Menurut Bupati, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam penanggulangan bencana. Kolaborasi dengan dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, relawan, TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk memperkuat ketahanan bencana.
“Untuk itu saya juga mendorong dunia usaha, khususnya PT Masmindo Dwi Area dan PT Bumi Mineral Sulawesi, agar turut berpartisipasi melalui dukungan sumber daya, sarana dan infrastruktur, edukasi, serta program tanggung jawab sosial perusahaan yang diarahkan untuk mengurangi risiko bencana,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya bantuan pemberdayaan masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima ketika bencana terjadi, namun juga berperan aktif dalam pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan, dan pemulihan bencana di desa masing-masing.
“Desa Tangguh Bencana yang dibentuk ini bukan sekadar menjadi lembaga formalitas belaka, namun juga mengabdi pada masyarakat dan desa,” tegas Bupati Luwu.
Di kesempatan yang sama, Bupati Luwu secara resmi mengesahkan 10 desa menjadi Desa Tangguh Bencana Kabupaten Luwu Tahun 2026, di antaranya untuk Kecamatan Latimojong yaitu Desa Ulusalu, Tolajuk, Boneposi, Rante Balla, dan Kadundung, kemudian untuk Kecamatan Bajo Barat yaitu Desa Bonelemo, di Kecamatan Bua yaitu Desa Karang-Karangan, Lengkong, dan Padang Kalua, serta untuk Kecematan Walenrang Utara yaitu Desa Bosso Timur.
Pengesahan Destana ini, sejalan dengan program prioritas pembangunan daerah dalam Misi 7 yakni mewujudkan kelestarian lingkungan hidup dan mitigasi bencana, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Luwu yang lebih siap, tangguh dan aman dari risiko bencana.
Usai apel, kegiatan yang kemudian dilanjutkan dengan simulasi tanggap darurat bencana banjir sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan dan respons masyarakat, juga dihadiri oleh unsur Pemerintah Kabupaten Luwu, relawan Desa Tangguh Bencana dari 10 desa yang telah terbentuk, PMI Kabupaten Luwu, serta masyarakat.
Pelaksanaan ini sendiri, merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, dengan dukungan PT Masmindo Dwi Area, Puspena Universitas Cokroaminoto Palopo dan masayarkat Desa Kadundung. (*)













