HeadlineIndustriLingkungan HidupNasionalPendidikanSulteng

Peringati HPSN, PT Vale Indonesia Goes to School, Berikan Edukasi Pengelolaan dan Memilah Sampah Organik-Anorganik

×

Peringati HPSN, PT Vale Indonesia Goes to School, Berikan Edukasi Pengelolaan dan Memilah Sampah Organik-Anorganik

Sebarkan artikel ini
IMG 20260213 094302 e1770965378110
Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yang merupakan anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) melaksanakan program “Vale Goes to School”. (ft/dok)

MOROWALI- Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yang merupakan anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) melaksanakan program “Vale Goes to School” yang dilaksanakan selama dua hari (10-11 Februari 2026) di SMPN 2 Bahodopi dan SMPN 3 Bungku Timur, Jumat (13/02/2026).

Environment Engineer, Nur Rasyidah Lacinu sebagai perwakilan Manajemen PT Vale Indonesia menjelaskan bahwa, program “Vale Goes to School” ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan pada pendidikan lingkungan yang berkelanjutan di Morowali, Sulawesi Tengah.

“Materi yang diberikan pada progam ini yaitu menekankan pengelolaan sampah yang saat ini menjadi isu mendesak di Morowali seiring pertumbungan penduduk dan meningkatnya aktivitas industry,” terangnya.

Menurut Nur Rasyidah, edukasi sejak dini ini penting dilakukan, sebab sekolah memiliki peran besar membentuk perilaku generasi muda. Program ini juga merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan, khususnya dalam bidang pendidikan lingkungan, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan komunitas.

“Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa generasi muda memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk mengambil perasn dalam menjaga lingkungan. HPSN menjadi momentum penting bagi kami untuk menguatkan edukasi langsung kepada siswa,” ucapnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, lanjut Nur Rasyidah, perseroan berharap “Goes to School” dapat menjadi pemicu lahirnya inisiatif lanjutan di tingkat sekolah, seperti pembentukan bank sampah, kelompok peduli lingkungan, hingga program rutin pengelolaan sampah yang melibatkan siswa dan masyarakat sekitar.

“Perseroan yakin, bahwa perubahan yang nyata dimulai dari sekolah sebagai pusat pembelajaran, kemudian berlanjut ke rumah dan lingkungan sekitar. Dengan pengetahuan yang diberikan dan pengalaman langsung yang diperoleh, PT Vale berharap siswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu mempengaruhi keluarga, teman sebaya, dan masyarakat dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik,” tuturnya.

Ia  menjelaskan bahwa, dalam sesi edukasi, para siswa diberikan pemahaman dasar mengenai konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), jenis-jenis sampah, serta dampak dangka panjang jika sampah tidak dikelola dengan baik.

“Materi ini disampaikan dengan pendekatan visual, demonstrative, dan percakapan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Siswa juga berikan pemahaman tentang tidak sekadar membuang sampah, namun melibatkan proses pemilahan, pengelolaan, hingga bagaimana setiap individu dapat berperan dalam mengurangi sampah yang dihasilkan, serta dampak buruk yang akan ditimbulkan dari sampah bagi lingkungan dan makhluk hidup,” terang Nur Rasyidah Lacinu.

Melalui program “Goes to School”, PT Vale dinilai memberikan pembelajaran lingkungan yang berdampak nyata bagi siswa. Kepala Sekolah SMPN 2 Bahodopi, Misdar menyampaikan apresiasi kepada PT Vale Indonesia.

“Kegiatan ini sangat penting bagi siswa kami, sebab memberikan pengalaman nyata tentang bagimana sampah harus dikelola. Anak-anak jadi lebih memahami apa perbedaan sampah organik dan anorganik. Kami sangat berterimakasih kepada PT Vale atas kepedulian dan kerjasama yang terus terjalin,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala SMPN 3 Bungku Timur, Nurfan juga memberikan apresiasi dan komentar serupa terkait pentingnya progam “Goes to School” tersebut.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman yang berharga bagi anak-anak kami, mereka melihat langsung bagaimana sampah-sampah di oleh sehingga meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan,” ucapnya.

Salah satu edukasi yang diberikan oleh PT Vale melalui program “Goes to School” yaitu mengenal pengelolaan sampah lebih dekat dengan kunjungan Inspiratif ke TPS3R Onepute Jaya.

Di lokasi itu, para siswa melihat langsung fasilitas pengolahan sampah yang dibangun oleh PT Vale Indonesia Tbk dan dikelola oleh LPM Valone Jaya. Di fasilitas ini, siswa dapat menyaksikan langsung bagaimana konsep 3R diterapkan dalam pengelolaan sampah sehari-hari.

Para siswa diperlihatkan proses pemilahan antara sampah organi, anorganik, dan residu. Mereka juga menyaksikan bagaimana sampah organic diolah menjadi kompos yang digunakan untuk pengayaan tanah.

Sementara sampah anorganik yang masih bernilai jual seperti plastik, kertas, dan logam dikumpulkan untuk kembali dijual.

Bagian yang paling menarik perhatian siswa ialah demonstrasi budidaya maggot, sebuah metode pengolahan sampah organic menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF).

Dimana metode ini tidak hanya efektif mempercepat penguraian sampah organik, namun juga menghasilkan maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan bernilai ekonomi tinggi.

Untuk memastikan materi tidak hanya dipahami, namun juga membekas, para siswa diberikan games pilah sampah, salah satu permainan edukatif yang mengajak siswa mempraktekkan langsung cara pemilahan sampah.

Dalam permainan edukatif ini, siswa berkompetisi untuk mengelompokkan jenis sampah dalam waktu tertentu. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *