MAKASSAR- Berkomitmen mendukung transisi energi dan dekarbonisasi industri nasional, PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”) menerapkan pendekatan ketahanan energi berkelanjutan tidak hanya dibangun memalui investasi pada infrastruktur pembangkit, namun juga melalui pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan inovasi rendah karbon, Kamis (17/09/2026).
Komitmen tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation & Infrastruktur Officer PT Vale, Abu Ashar dalam Sosialisasi Kebijakan Energi yang diselenggarakan Dewan Energi Nasional (DEN) bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar.
“Operasi PT Vale di Sorowako didukung oleh tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yakni Larona, Balambano, dan Karebber. Ketiga PLTA ini memanfaatkan aliran Sungai Larona yang bersumber dari Danau Matano, Mahalona, dan Towuti, dengan total kapasitas terpasang mencapai 365 megawatt (MW),” kata Abu Ashar.
Selain mendukung kebutuhan energi operasional dan pengolahan nikel PT Vale, kata Abu Ashar, sebesar 10,7 MW listrik yang dihasilkan juga disalurkan melalui jaringan PT PLN (Persero) untuk mendukung pasokan listrik bagi masyarakat di Kabupaten Luwu Timur.
“Keberlanjutan sistem energi ini tidak dapat dipisahkan dari penerapan good mining practices, pengelolaan daerah tangkapan air, rehabilitasi lahan, serta perlindungan kualitas air secara berkelanjutan,” terangnya.
“Menjaga hutan, menjaga daerah aliran sungai, dan menjaga kualitas air bukan hanya bagian dari komitmen lingkungan, namun menjadi fondasi ketahanan energi kami. Energi yang kami gunakan berasal dari alam, sehingga keberlangsungan operasi sangat bergantung pada kemampuan kami menjaga ekosistem tersebut,” tambah Abu.
Untuk menjaga keberlangsungan itu, lanjut Abu, PT Vale telah melakukan berbagai langkah pengelolaan lingkungan yang diterapkan untuk menjaga kualitas air dan keberlanjutan ekosistem. Di area penangkapan, air limpasan dikelola melalui kolam pengendapan (sediment pond) dan fasilitas pengelolaan air sebelum dilepas ke badan air alami setelah memenuhi baku mutu lingkungan yang berlaku.
“Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya PT Vale dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasi, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan sumber daya energi dalam jangka panjang,” ucapnya.
Meningkatkan Ketahanan terhadap Variabilitas Iklim
Pengelolaan air kata Abu Ashar menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keandalan sistem energi PT Vale, terutama di tengah meningkatnya variabilitas kondisi hidrologis.
“Pengaturan volume dan debit air dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi hidrologis, kebutuhan pembangkitan, serta keberlanjutan ekosistem danau. Pengelolaan ini bertujuan menjaga keandalan pasokan air bagi pembangkitan listrik sekaligus memastikan pemanfaatan sumber daya air tetap dilakukan secara bertanggung jawab,” terangnya.
Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan ketahanan operasi terhadap variabilitas iklim, khususnya bagi kegiatan industri yang mengandalkan energi hidro sebagai sumber utama pasokan listrik.
Mendorong Efisiensi Energi dan Dekarbonisasi Industri
Abu juga menjelaskan bahwa selain memanfaatkan energi hidro, PT Vale terus mengembangkan berbagai inovasi untuk meningkatkan efisiensi energi dan mendukung dekarbonisasi operasi.
“Inisiatif tersebut antara lain optimalisasi dan pelapisan kanal untuk mengurangi kehilangan air serta meningkatkan efisiensi pembangkitan, konversi ketel uap berbahan bakar minyak menjadi electric boiler, optimalisasi pengelolaan bijih untuk mengurangi kadar air sebelum proses pengeringan, serta peningkatan efisiensi sistem pengangkutan material,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, berbagai program elektrifikasi dan pemanfaatan energi rendah karbon juga terus dikembangkan sebagai bagian dari transformasi menuju operasi pertambangan dan pengolahan yang semakin rendah karbon.
“Pemanfaatan PLTA sebagai sumber utama pasokan listrik untuk proses pengolahan nikel membantu operasi Sorowako mempertahankan intensitas emisi GRK yang relatif rendah dibandingkan sejumlah fasilitas pengolahan nikel saprolit sejenis di Indonesia,” kata Abu.
Mendapat Apresiasi dari Dewan Energi Nasional
Pendekatan jangka panjang PT Vale dalam pengelolaan sumber daya air dan energi terbarukan mendapat perhatian dari Dewan Energi Nasional.
Anggota DEN, Sripeni Inten Cahyani, menilai pengelolaan tiga PLTA di Sorowako menunjukkan praktik yang dapat menjadi pembelajaran dalam pengembangan energi terbarukan dan penguatan ketahanan energi nasional.
“Di tengah kondisi cuaca yang ekstrem saat ini, banyak pembangkit listrik tenaga air mengalami penurunan kemampuan produksi. Namun yang menarik, PLTA milik PT Vale tetap mampu beroperasi dengan baik. Ini menjadi lesson learned yang sangat penting mengenai bagaimana pengembangan dan pengelolaan PLTA dilakukan secara terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan dan kawasan tangkapan airnya,” ujar Sripeni.
Menurutnya, ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pembangkit, tetapi juga oleh kemampuan menjaga ekosistem yang menjadi sumber energi tersebut.
Partisipasi PT Vale dalam forum yang diselenggarakan DEN bersama Unhas tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Sejalan dengan visi perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mentransformasi masa depan bersama, PT Vale berkomitmen menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab sekaligus menciptakan nilai ekonomi, menjaga lingkungan, serta mendukung agenda transisi energi, dekarbonisasi, dan pembangunan rendah karbon Indonesia. (*)












