LUWU- Puluhan alat berat excavator yang selama ini beroperasi di Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Bajo Barat mulai meninggalkan lokasi pertambangan ilegal, Senin (31/08/2026).
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, mobilisasi puluhan alat berat itu dilakukan saat tengah malam, Minggu (30/08/2026) sekitar pukul 23.20 Wita hingga siang tadi (Senin 31 Agustus 2026).
Alat berat tersebut diangkut menggunakan truk yang diduga milik para pemodal PETI di wilayah Bajo Barat. Warga sekitar menduga puluhan excavator itu sengaja diangkut untuk menghindari penertiban lanjutan yang akan dilakukan oleh Polres Luwu.
“Sudah tidak ada alat berat di lokasi tambang emas ilegal itu, tadi malam hingga sore tadi semuanya sudah diangkut keluar meninggalkan lokasi, mungkin sudah ada ‘bocoran’ dari oknum anggota Polda Sulsel yang selama ini menerima setoran dari penambang ilegal di Bajo Barat,” kata salah seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Informasi lain juga menyebut bahwa, puluhan alat berat itu diduga kuat merupakan milik salah seorang penambang ilegal dari luar provinsi Sulawesi Selatan yang dikoordinasi oleh seseorang berinisial IRS.
Sebelumnya diberitakan, aktivitas PETI Bajo Barat itu menuai beragam sorotan, hingga main hakim sendiri oleh warga sekitar dengan membakar alat berat di lokasi PETI itu. Pembakaran itu dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) sebagai protes lambannya respons Aparat Penegak Hukum yang tidak memiliki nyali melakukan tindakan tegas. (*)












